Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
CAPAIAN pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia terus meningkat. Data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berbagai upaya pengendalian perubahan iklim yang dijalankan sudah berhasil menurunkan emisi 24% dari target 29% pada 2030 sesuai dokumen kontribusi nasional (nationally determined contribution/NDC).
Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan dan Verifikasi KLHK Joko Prihatno mengatakan capaian pengurangan emisi melesat dari 10,7% pada 2016 menjadi 24,4% pada 2017. Itu terjadi karena progres signifikan pada sektor hutan dan lahan yakni menurunnya kebakaran lahan gambut.
Pada 2016, emisi dihasilkan dari kebakaran gambut mencapai 90,2 juta ton CO2, sedangkan pada 2017 emisinya hanya sekitar 12,3 juta ton CO2.
"Pencapaian NDC itu utamanya karena menurunnya kebakaran gambut. Karena itu kementerian perhatikan sekali tahun lalu dan tahun ini agar kebakaran lahan bisa terus ditekan," kata Joko dalam Diskusi Pojok Iklim di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (10/1).
Upaya lain yang turut berkontribusi signifikan pada penuruan emisi, imbuh Joko, di antaranya karena berkurangnya deforestasi. Menurut data KLHK, deforestasi pada 2016 mencapai 0,63 juta hektare sedangkan pada 2017 berkisar 0,48 juta hektare.
Baca juga : Indonesia Usulkan Pembentukan Pusat Riset Perlindungan Lingkungan Laut
Ia juga menyebut upaya penghijauan kembali atau reforestasi juga menyumbang peningkatan capaian NDC.
Agar capaian NDC RI bisa terus mendekati target, berbagai upaya akan terus dilakukan. Terlebih panduan pelaksanaan Kesepakatan Paris telah dihasilkan pada COP-24 di Katowice, Polandia, akhir tahun lalu.
Upaya tindak lanjut hasil COP-24 tersebut antara lain mengindentifikasi persiapan sistem pendukung untuk implementasi Kesepakatan Paris yang akan berlaku penuh pada 2020.
NDC di sektor kehutanan akan dicapai melalui empat kegiatan utama yaitu mengurangi deforestasi hingga 450.000–325.000 hektare per tahun pada 2030, peningkatan prinsip pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi lahan terdegradasi seluas 12 juta hektare hingga 2030, dan restorasi lahan gambut seluas 2 juta hektare pada tahun 2030.
"Kita juga perlu mendorong political will penurunan emisi untuk implementasi NDC di sektor energi," ungkapnya. (OL-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved