Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KESIAPSIAGAAN pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan sejak awal tahun ini. Fenomena alam El Nino diperkirakan akan terjadi dalam level moderat yang akan turut berdampak pada keringnya cuaca di sebagian wilayah Tanah Air.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles Panjaitan mengatakan pihaknya bersiaga melakukan berbagai upaya di lapangan untuk pencegahan dan pemadaman dini pada areal-areal yang terjadi kebakaran.
"Saat ini cukup panas dan angin kencang menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan seperti di wilayah Kabupaten Dumai, Provinsi Riau. Hingga saat ini, Manggala Agni melakukan pemadaman di areal terbakar agar api tidak meluas," ujar Raffles melalui keterangan pers yang diterima, Senin (7/1).
Ia menambahkan tim pemadam karhutla Manggala Agni saat ini juga terus melakukan pemadaman pada lahan terbakar di Desa Mamugo, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Jenis tanah gambut di wilayah terbakar, kata Raffles, menyulitkan pemadaman karena api berada di bawah permukaan tanah.
Masih di Riau, pemadaman juga dilakukan di wilayah Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Manggala Agni bersama dengan TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) bahu membahu melakukan pemadaman. Sementara itu, di Desa Bumbung, Kabupaten Mandau, juga ditemukan areal terbakar. Manggala Agni bersama-sama dengan MPA membuat sekat bakar untuk mencegah kebakaran menyebar.
Baca Juga: Pencegahan, Faktor Utama Keberhasilan Penanganan Karhutla
Untuk mengantisipasi cuaca panas di sejumlah wilayah, pihaknya juga melakukan aksi pencegahan melalui patroli di wilayah rawan kebakaran. Selain itu, monitoring titik panas (hotspot) juga terus dilakukan sehingga setiap titik panas yang terpantau dapat segera dilakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya karhutla.
"Kondisi lahan yang berupa gambut, serta tiupan angin yang cukup kencang menjadi kendala dalam upaya pemadaman ini. Angin kencang membuat api membesar dan cepat merembet serta berdampak pada asap tebal yang mengganggu pelaksanaan pemadaman," jelasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Tanah Air berpeluang terkena dampak El Nino tapi dalam level lemah. El Nino saat ini diperkirakan tidak akan sehebat pada 2015. El Nino ditandai dengan memanasnya suhu muka laut di wilayah Pasifik bagian tengah dan berimbas cuaca di Indonesia menjadi lebih kering. Menurutnya, meski dalam level moderat, indikasi El Nino tersebut terus dipantau dan tetal perlu diwaspadai.
"Peluang kejadian El Nino 80% pada level moderat. Perlu segera diwaspadai karena nantinya bersamaan dengan memasuki musim kemarau," kata Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan saat dihubungi, Senin (7/1).
Sementara itu, Kepala Bidang Analisis Perubahan Iklim BMKG Kadarsah mengatakan fenomena lain yang perlu diwaspadai kaitannya dengan kebakaran hutan dan lahan ialah angin kencang. Akhir-akhir ini, angin kencang melanda di sejumlah wilayah Tanah Air.
"Angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini diindikasikan akibat munculnya tiga bibit siklon," ucapnya.
Ketiga bibit siklon yang ada di sekitar Indonesia itu ialah bibit siklon 95P (Southern Hemisphere) yang berada di Teluk Carpentaria memiliki kecepatan angin 25 knots. Kemudian bibit siklon 97W (West Pacific) yang berada di Laut Cina Selatan dengan kecepatan angin maksimum 20 knots dan bibit siklon 96S di Samudra Hindia (sebelah selatan Jawa).
Angin kencang di sejumlah daerah diprediksi masih akan terjadi antara lain di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan, dan Sulawesi. Kadarsah mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan siklon tropis.
"Hingga saat ini belum ada siklon tropis baru," ungkapnya.(OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved