Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tari Zapin Kembali Hidup

Eko Rahmawanto
01/12/2015 00:00
Tari Zapin Kembali Hidup
(ILUSTRASI--ANTARA/Wahyu Putro A/)
KEGIATAAN tari zapin sudah lama tidak terdengar. Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaanpun menyuarakan kembali tarian ini dalam kegiatan Temu Zapin Nusantara 2015.

"Festival zapin nusantara merupakan inisiasi kembali untuk menghidupkan tari zapin di skala nasional," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan di sela-sela kagiatan 'Temu Zapin Nusantara 2015' di Gedung A, Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (28/11).

Menurut Anies, selama ini tari zapin memang masih hidup kegiatannya tapi hanya di komunitas-komunitas kecil di daerah. Sementara pada skala nasional belum pernah atau jarang terlihat keberadaannya sejak 30 tahun lalu.

Dengan adanya kondisi demikian, pihaknya pun sengaja mengadakan kembali temu zapin nusantara. Di kegiatan ini akan ditunjukkan berbagai varian tarian zapin yang berbeda-beda. "Dari tari zapin yang tradisional hingga yang modern ditunjukkan di kegiatan ini," ungkap Anies.

Pertemuan Zapin Nusantara ini berlangsung dari 28 hingga 29 November 2015. Kegiatan ini diikuti 15 grup dari 15 daerah. Selain pementasan tari zapin, acara ini juga akan diselenggarakan workshop dan sarasehan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengajak generasi muda mengingat dan melestarikan tarian Zapin tersebut.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Kacung Maridjan mengatakan, ada dua hal yang perlu ditonjolkan dalam tarian Zapin ini.

"Pertama estetika atau keindahan serta nilai etika," kata Kacung

Kedua, kata Kacung, nilai etika yang tergambar pada tiap gerakan.

Kacung menyebutkan, dalam kegiatan kali ini, baru ada 15 kelompok dan daerah yang mengikuti temu Tari Zapin Nasional ini. Namun ke depannya, dirinya merancang agar pertemuan kebudayaan ini bisa dihadiri oleh penari Zapin dari 34 provinsi.

Tak hanya itu, Kacung juga berkeinginan dalam pertemuan selanjutnya para penari Zapin dari negara melayu lainnya seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand dan Filipina bisa ikut serta dalam kegiatan ini. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya