COP 21, AMAN: Pelibatan Masyarakat Adat Bisa Bantu Kurangi Emisi
Siti Retno Wulandari
01/12/2015 00:00
(ANTARA/Fanny Octavianus)
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan mengatakan komitmen penurunan emisi yang disampaikan Jokowi tidak muluk. Karena, ia yakin komitmen itu bisa dicapai dengan pelibatan masyarakat adat seperti yang disampaikan dalam pidato.
“Saya terkejut dengan penyebutan pelibatan masyarakat adat, karena dalam teks yang saya terima nggak ada kata tersebut. Walaupun kata pendek namun bermakna kuat. Kalau melibatkan masyarakat adat, saya pikir komitmen penurunan emisi 29 persen tidak muluk. Data yang kami miliki dari sektor hutan, masyarakat adat bisa penuhi penurunan emisi hingga angka 14 persen,†ujar Abdon Nababan.
Dengan komitmen tersebut, Abdon berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengatur tentang masyarakat adat segera disahkan. Karena, pelibatan masyarakat adat secara langsung terintegrasi dengan program one map policy. Jika disahkan, maka konsep penjagaan hutan yang selama ini dilakukan masyarakat adat langsung dapat menjadi contoh pengelolaan yang baik. Abdon mengatakan jika dilihat lebih dalam, saat bencana kebakaran melanda beberapa waktu lalu, hutan yang dijaga masyarakat adat tidak terbakar, kecuali yang sudah dimasuki ijin perusahaan.
Abdon juga melihat adanya upaya tegas dari pemerintah untuk merealisasikan program Nawacita dengan menyebut pelibatan masyarakat adat pada penjagaan keanekaragaman hayati.
“Kalau dilihat secara luas, ini berkaitan dengan Nawacita. Ya harus didorong untuk membenahi administrasi, karena sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat adat untuk menjaga hutan. Saat ini sekitar 57 juta hektare hutan didiami masyarakat adat, dan sekitar lebih dar 40 juta hektare hutan tutupannya masih baik," pungkasnya.(Q-1)