Selasa 24 November 2015, 00:00 WIB

1,5 Juta TKI Alami Pelanggaran HAM di Luar Negeri

Arga Sumantri | Humaniora
1,5 Juta TKI Alami Pelanggaran HAM di Luar Negeri

ANTARA/Ahmad Subaidi

 
Migrant Care mencatat sebanyak 1,5 juta tenaga kerja Indonesia (TKI) mengalami pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di berbagai negara. Pelanggaran HAM yang dialami TKI cukup bervariasi, seperti tidak digaji oleh majikannya, tindakan kekerasan, mengalami penganiayaan, pemerkosaan, hingga perdagangan manusia.

"Tahun 2014 juga tercatat hak politik buruh migran banyak yang terampas karena mereka tidak bisa menyalurkan hak pilihnya pada saat Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, seperti dilansir Antara, Senin (23/11).

Selain pelanggaran HAM, Anis juga membeberkan cukup banyak kasus perbudakan modern yang dialami oleh para TKI di luar negeri. Mulai dari bekerja lebih dari 18 jam dan tidak digaji sesuai dengan kontrak kerja. Kemudian selama dua tahun penempatan kerja mengalami perpindahan sebanyak tiga kali dengan majikan yang berbeda.

"Sehingga mereka tidak mendapatkan upah sama sekali," ungkap Anis.

Data Migrant Care mencatat ada sebanyak 710 TKI atau buruh migran di berbagai negara juga berbagai sektor bidang kerja, menjadi korban perbudakan modern. Angka itu diyakini naik hingga 300 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar 204 ribu buruh migran atau TKI.

"Sebagian besar kasus perbudakan modern terjadi di Arab Saudi dan Malaysia," ungkap Anis.

Tenaga kerja Indonesia memang cukup banyak di dua negara itu. Tercatat ada sekitar 1,5 juta TKI yang jadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi. Sementara, di Malaysia ada 2,5 juta TKI yang bekerja di berbagai sektor, seperti konstruksi, pembantu rumah tangga, dan jasa. (Q-1)

Baca Juga

DOK KLHK

Sepasang Harimau Sumatera Bersaudara Kembali ke Habitat Alaminya

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 12:35 WIB
Saat proses pelepasliaran, Putra Singgulung terlebih dahulu melakukan lompatan pertama ke...
ANTARA/HO/Setpres-Lukas

Jokowi Minta Mendagri Ingatkan Kembali Kepala Daerah Soal Prokes

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 November 2020, 11:42 WIB
Kepala Negara menegaskan tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya, terlebih dalam situasi pandemi covid-19 sekarang...
MI/Susanto

Jokowi Sebut DKI dan Jawa Tengah Butuh Perhatian Ekstra

👤Nur Azizah 🕔Senin 30 November 2020, 11:36 WIB
Minggu (29/11), kasus baru di Ibu Kota 1.431 kasus. Lalu kasus kesembuhan dalam sehari 814 kasus. Sementara Jawa Tengah kasus baru 2.036...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya