Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Enam Kategori Diberikan dalam Anugerah Perhumas 2015

Putri Rosmalia Octaviyani
19/11/2015 00:00
 Enam Kategori Diberikan dalam Anugerah Perhumas 2015
(MI/PANCA SYURKANI)
Perhumasan nenjadi profesi yang semakin vital perannya di era teknologi dan informasi yang semakin cepat. Humas menjadi pintu masuk dan jalan utama masuk dan keluarnya informasi sebuah instansi yang dikelolanya. Seiring hal tersebut, profesi humas menjadi semakin diminati. Kebutuhan dan tuntutan akan humas berkualitas semakin besar karena dianggap sebagai cerminan kualitas perusahaan yang mereka wakilkan.

Wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat yang hadir dalam acara tersebut menfatakan, saat ini banyak yang tidak menyadari atau melupakan bahwa potensi dan citra bangsa banyak ditentukan oleh profesi kehumasan. Dalam abad teknologi informasi, yang menguasai informasi, dapat mengelola dan mengkomunikasikannya ke seluruh elemen yang akan memenangkan persaingan global.

"Perkembangan teknologi informasi menjadikan negara seperti akuarium yang bisa dilihat oleh seluruh dunia. Untuk itu, setiap instansi dan negara harus punya praktisi kehumasan yang mumpuni," ujar Djarot.

Ditambahkannya, tantangan utama dari profesi kehumasan di abad teknologi informasi adalah dapat menyaring informasi menjadi hal yang dapat memajukan instansi yang diwakilkan. Terutama memasuki masyarakat ekonomi ASEAN di mana profesi kehumasan mutlak dibutuhkan untuk menyampaikan apa yang dibutuhkan sebagai jalan masuk dan keluarnya informasi.

"Dari siapapun, Indonesia seharusnya memimpin. Indonesia punya bonus demografi, sumber daya alam melimpah.

Persoalannya, kenapa kita tidak mampu untuk menjual itu semua, itulah tantangan profesi perhumasan sesungguhnya untuk dapat berperan memajukan bangsa," terang Djarot.

Guna mendukung perkembangan profesi humas, apresiasi terhadap humas berkualitas diberikan dalam Malam Anugerah Perhumas 2015 pada 18 November lalu di kantor Balaikota Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia tersebut memberikan penghargaan dalam enam kategori yang beragam.

Salah satu yang mendaptkan penghargaab Perhumas adalah Plt. Pimpinan KPK, Johan Budi. Johan mendapatkan anugerah permuhas dalam ketegori Perhumas Pemerintah.

"Johan Budi menunjukkan implementasi dari komponen prose PR (Public Relation) yang mumpuni dalam hal penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi," kata Ketua Umum Perhumas, Agung Laksamana.

Selain Johan Budi, terdapat lima ketegori lain yang diberikan pada anugerah yang merupakan rangkaian acara Konvensi Nasional Humas Perhumas 2015 tersebut. Kategori Perhumas Media diberikan kepada Koran Analisa, kategori edukator Humas diberikan kepada Alwi Dahlan, Guru Besar Universitas Indonesia sekaligus Mantan Menteri Penerangan era Presiden Soeharto, kategori contributing service diberikan kepada BPC Perhumas Medan, kategori Distinguished Service diberikan kepada Alm. Indrawadi Tamin, pakar komunikasi Indonesia dan Anggota Dewan Pengawas TVRI, terakhir kategori khusus Lifetime Achievement diberikan kepada Teddy Kharsadi yang merupakan anggota Dewan Kehormatan Perhumas periode 2014-2017. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya