Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

SEAMEO RECFON Adakan Pelatihan Kepemimpinan Praktisi Gizi

RO/X-12
17/11/2015 00:00
SEAMEO RECFON Adakan Pelatihan Kepemimpinan Praktisi Gizi
(Dok. SEAMEO RECFON)
ORGANISASI Kementrian Pendidikan di Asia Tenggara Regional Centre di Bidang Pangan dan Gizi (SEAMEO RECFON) menyelenggarakan Program Pelatihan Kepimpinan bagi Ahli Gizi se Asia Tenggara atau Southeast Asian Nutrition Leadership Program (SEANLP).

''Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan ahli gizi dengan kemampuan kepemimpinan yang efektif dan terbentuknya jaringan antar ahli gizi yang nantinya dapat berkontribusi dalam menyelesaikan masalah gizi di negara Asia Tenggara,'' kata Dwi Nastiti Iswarawanti, ketua penyelenggara program ini.

SEANLP sendiri telah diselenggarakan sebanyak 11 kali sejak tahun 2002 dengan jumlah alumni mencapai 237 orang yang tersebar di berbagai negara Asia Tenggara, India dan Iran. Pada penyelenggaran yang ke-sebelas ini, SEANLP diselenggarakan di Hotel Century Park, Jakarta, pada 9-13 November 2015 dengan mengambil tema "Kepemimpinan Ahli Gizi dan Peranannya pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN".

Pengambilan tema ini adalah karena dijadikannya Asia Tenggara  sebagaii sebuah Masyarakat Ekonomi, sehingga masalah gizi yang terjadi di satu negara dapat menjadi beban bagi negara lain dalam region. Oleh karenanya para ahli gizi di Asia Tenggara diharapkan mampu memenuhi tantangan tersebut.

Pada angkatan ini, SEANLP diikuti oleh 19 peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara dan Kenya dengan latar belakang yang sangat bervariasi yaitu dari pemerintah, Industri, NGO dan akademisi. Pada akhirnya peserta akan membentuk organisasi alumni SEANLP angkatan 11 dan merencanakan beberapa kegiatan konkret mendatang guna memfasilitasi alumni dalam berkolaborasi melakukan penelitian gizi dan pangan di dunia.

Selain itu, kegiatan ini juga ditunjang dengan para pembicara yang ahli dibidang gizi dan kepemimpinan serta komunikasi  yang berasal dari kawasan Asia Tenggara seperti Umi Fahmida dari SEAMEO RECFON, Risang Rimbawan dari Universitas Indonesia, Indonesia, Prof. Khor Geok Lin dari Universiti Putra Malaysia, Malaysia, Dave Clark seorang konsultan independen dari Filipina dan Richard Javier yang seorang akademisi dari University of the Philippines Manila, Filipina.

Acara yang secara rutin digelar ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menyelesaikan masalah pangan dan gizi di kawasan dengan berhasil menghasilkan alumni-alumni yang mampu menjadi pemegang peranan penting  di bidang pendidikan, penelitian dan pemberi keputusan pangan dan gizi di kawasan Asia Tenggara. Oleh karenanya, kegiatan ini akan terus diselenggarakan dan diharapkan agar mendapatkan dukungan yang lebih baik dari berbagai pihak di masa yang akan datang. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya