Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) Palembang menjalin kerja sama internasional dengan College of Law University of Cebu Philipine. Selain menandatangani kerja sama (MoU), STIHPADA juga diundang untuk menghadiri workshop dengan tema Construction Compatible Legal System For ASEAN Economic Community.
“Saat ini STIHPADA merupakan satu-satunya perguruan tinggi ilmu hukum di Sumatra Selatan yang menjalin kerja sama internasional dengan Filipina,†kata Ketua Dewan Pembina STIHPADA Firman Freddy Busroh,SH,M.Hum, didampingi Wakil Ketua II STIHPADA Hj Fatria Khairo,STP,SH,MH, dalam rilisnya kepada pers, hari ini.
Lebih lanjut Firman mengatakan selain dengan Filipina, STIHPADA juga telah menjalin kerja sama internasional dengan sejumlah negara seperti Malaysia, Rusia, India, Spanyol, dan Nepal. Tak kalah pentingnya, di kancah nasional pihaknya juga telah menjalin kerja sama untuk bidang hukum dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta seperti Universitas Borobudur, Universitas Esa Unggul, Universitas Katholik Atmajaya, Universitas Sahid Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Bandung (UNISBA), Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Universitas Hang Tuah Surabaya, dan Universitas Riau Kepulauan Batam.
STIHPADA juga telah menjadi anggota beberapa forum dan organisasi di tingkat global, Asia Pasifik, dan ASEAN. Pengembangan networking dan peningkatan kualitas terus dilakukan demi mempersiapkan serta melahirkan sarjana hukum yang andal baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Pengembangan networking dan peningkatan kualitas lulusan STIHPADA sangat penting dilakukan demi mempersiapkan serta melahirkan sarjana hukum yang andal baik di tingkat nasional maupun internasional,†tambah Firman.
Saat ini STIHPADA tercatat sebagai salah satu PTS yang bernaung di bawah Kopertis Wilayah II dan termasuk anggota Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI). Guna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, mahasiswa STIHPADA telah diberikan materi pembelajaran wawasan global untuk mampu bersaing dengan tenaga kerja dari mancanegara, khususnya kawasan ASEAN. (Q-1)