STEI Siap Sambut Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
Syarief Oebaidillah
16/11/2015 00:00
()
Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI), Minggu (15/11), menggelar upacara wisuda lulusan yang ke 43. Acara yang bertempat di JHCC (Jakarta Hall Conference Center)‬ dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang didapuk menjadi pembicara utama untuk orasi ilmiah.
STEI merupakan perguruan tinggi yang sebelumnya bernama Akademi Akutansi Indonesia (AAI), berdiri pada 1969. Dan tercatat saat ini jumlah alumni AAI dan STEI telah mencapai lebih kurang 25.508 orang, tersebar di berbagai tempat dan bidang pekerjaan di dalam dan luar negeri.
Minat para pelajar maupun mahasiswa untuk belajar di STEI setiap tahun terus bertambah. Pada penerimaan mahasiswa baru program D3, S1 dan S2 tahun akademik 2015/2016, jumlahnya mencapai 1.294 orang. Sehingga jumlah mahasiswa yang tercatat di STEI mencapai 6.045 orang. Dari jumlah mahasiswa yang aktif sebanyak 3.378 atau 61,1% adalah mahasiswa program studi S1 akuntansi, 1.737 atau 31,4 % adalah mahasiswa Program studi S1 Manajemen dan sebanyak 298 atau 5.4 % adalah mahasiswa program Diploma 3. Sedangkan sisanya sebanyak 114 mahasiswa atau 2,1% adalah mahasiswa S2.
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan dan permintaan pasar, pada September 2014 yang lalu, STEI telah membuka dan menyelenggarakan program S2 Magister Manajemen Angkatan Pertama, setelah memperoleh izin dari Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan. Sedangkan Program S1 Manajemen Perbankan Syariah dan Program PPAK masih dalam proses perizinan.
Untuk mendukung pengembangan program studi yang ada dan peningkatan kualitas pembelajaran dan memenuhi ketentuan pemerintah, maka mulai semester ganjil tahun 2014/2015 seluruh dosen STEI harus memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S2, sebagaimana visi jangka panjang yang telah ditetapkan pada tahun 2030 yaitu minimal 40% dosen yang ada di setiap program studi harus memenuhi kualifikasi pendidikan doktor atau S3.
Untuk mencapai sasaran tersebut, sampai dengan tahun 2014/2015 ini, dosen yang mengikuti program S3, berjumlah 17 orang. Dari jumlah tersebut, 10 orang dosen menekuni bidang akuntansi dan tujuh orang mengambil bidang manajemen.
Program ini terus ditingkatkan secara bertahap sehingga target 40-50% dosen STEI telah berpendidikan Doktor (S3) dapat dicapai sebelum tahun 2030.
Ketua STEI Ridwan Maronrong mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kompentensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, terutama menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015.
Sejalan dengan itu, mahasiswa angkatan 2012/2013 yang akan mengajukan tugas akhir atau skripsi mampu menguasai bahasa Inggris dengan standard TOEFL minimal 450.
"Para mahasiswa program S1 akan belajar bahasa Inggris selama 8 semester serta 6 semester untuk mahasiswa D3. Semuanya mengacu kepada program Bahasa Inggris TOEFL preperation," katanya dalam rilisnya kepada pers, hari ini.
Di samping itu mahasiswa diwajibkan memiliki sejumlah kompetensi tambahan misalnya di bidang perpajakan melalui sertifikasi brefet A dan B, kompetensi ekspor impor, pasar modal, dan kompentensi di bidang akuntansi lainnya.
"Selain itu mulai tahun akademik 2014/2015 seluruh mahasiswa baru diberi bekal metode belajar yang efektif yaitu bagaimana mengoptimalkan penggunaan otak kiri dan otak kanan dalam belajar melalui program super great memory," cetusnya.
Dikatakan, STEI terus melakukan berbagai peningkatan kualitas kompetensi mahasiswanya. Saat memasuki tingkat akhir lapangan kerja, para mahasiswa mengikuti berbagai program kegiatan‬ ‪bursa kerja antara lain pelatihan teknik wawancara dan peningkatan kepribadian, kegiatan konseling karir, Pelatihan soft skill, dan rekrutment kampus melalui bursa kerja mading dan online.‬
Sementara itu, Ketua Yayasan Fatahillah Jakarta Agustian Burdah mengatakan STEI siap menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Perjalanan STEI ke depan masih panjang, dan penuh tantangan. Lulusan STEI akan menghadapi persaingan yang semakin tinggi, apalagi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Para alumni juga dituntut berperan membawa nama baik dan meningkatkan citra almamater di masyarakat.(Q-1)