Travelling semakin menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat modern saat ini. Namun, perbedaan budaya yang terdapat di berbaagai wilayah kerap menimbulkan kekhawatiran akan kemanan hingga ketersediaan akomodasi yang nyaman bagi wisatawan. Hal tersebut khususnya banyak dialami oleh wisatawan muslim.
Bersamaan dengan minat wisata unat muslim yang semakin tinggi, semakin banyak pula bermunculan paket wisata halal yang diadakan jasa tour&travel di banyak negara. Berbagai paket wisata ke banyak wilayah disediakan dengan menjamin keamanan dan kenyamanan dari berbagai hal seperti menemukan makanan halal dan tempat beribadah.
"Kami melihat semakin banyak masyarakat muslim yang suka berkeliling dunia. Untuk menjaga keamanan perjalanannya dari makanan haram dan kesulitan beribadah khususnya ke negara-negara non-muslim. Untuk itu kami meluncurkan sistem keanggotaan baru MKU yang fokus untuk wisata muslim atau halal," ujar Andy Susilawaty, anggota MKU NRA Group di Jakarta, hari ini.
Dijelaskan Andy, berbagai paket wisata muslim manca negara telah menjadi hal yang berkembang pesat dan semakin diminati masyarakat. Paket wisata muslim membuat wisatawan menjadi lebih mudah, taktis, dan terhindar dari kegagalan perjalanan akibat berbagai hal yang tidak diinginkan.
"Tentunya juga kami menjaga khidmad perjalanan bila wisata juga ingin disertakan dengan ibadah seperti umrah. Karena kami telah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun dan bekerja sama dengan banyak pihak," terangnya.
Di dunia dan negara-negara Asia khususnya, segmen wisata halal saat ini tengah mengalami peningkatan. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh pemerintah guna menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata halal terbaik di Asia dan dunia.
Saat ini, Malaysia menjadi salah satu wisata halal terbaik dan terfavorit di dunia. Malaysia setiap tahun setidaknya mendapat kunjungan sebanyak sekitar 6,1 juta turis pecinta wisata halal dari berbagai negara. Malaysia telah fokus menjadikan wisata halal sebagai target pencapaian wisata sejak 2009 dengan didirikannya Islamic Tourism Centre. Di Indonesia sendiri, Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Pariwisata telah mengatakan dukungannya untuk memajukan wisata halal.
Berdasarkan Global Muslim Travel Index, pada 2013 lalu tingkat kunjungan wisman halal Indonesia berada di ranking keempat di tingkat ASEAN, dengan jumlah kunjungan wisatawan muslim 1,7 juta. Posisi itu di bawah Malaysia yang dikunjungi 6,1 juta wisman, Thailand 4,4 juta wisman, dan Singapura 3,9 juta wisman. Sedangkan dilihat dari skor tingkat dunia, Indonesia berada di urutan keenam dengan skor 67,5. Di posisi teratas tetap Malaysia, dengan skor 83,8.(Q-1)