Kelompok yang mendalangi berbagai serangan teror di Paris, Prancis, memang masih gelap. Namun, korban yang luka-luka maupun meninggal adalah akibat yang sangat nyata yang terang benderang. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengutuk keras Teror Bom Paris ini. "Ini tidak benar, apapun motif dan alasannya. Kejam! Dengan segala keragaman manusia, kepentingan dan keyakinan yg ada, kedamaian dan keharmonisan dunia harus tetap kita jaga," ujarnya sesaat setelah mendengar peristiwa teror bom di Paris itu terjadi.
Adhyaka Dault menyerukan kepada semua pihak, terutama insan Pramuka, untuk sejenak mengheningkan cipta dan berdoa bagi para korban yg terkena dampak teror bom Paris. "Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kita Pramuka harus selalu menjaga kedamaian dan keharmonisan di mana pun kita berada," jelas Adhyaksa.
Saat ini Gerakan Pramuka Indonesia tengah menjalankan program Messenger of Peace (MoP) bersama seluruh Gerakan Pramuka se- Dunia. Indonesia dianggap yg terbaik menjalankan program MoP. Tujuan MoP adalah melakukan berbagai kegiatan demi menjaga dan mencipatakan perdamaian dunia.
Namun begitu Adhyaksa Dault juga meminta semua pihak untuk tidak tergesa-gesa mengkaitkan tindak kekerasan itu dengan agama atau keyakinan tertentu, apalagi salqm konteks Indonesia. "Biarkan otoritas keamanan di Paris yg bekerja terlebih dahulu. Jangan membuat spekulasi yang tidak perlu. Kita bantu dan doakan keselamatan para korban bom," tambahnya. (R-1)