Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Orang Tua Harus Punya Mimpi Besar bagi Masa Depan Anak

Syarief Oebaidillah
13/11/2015 00:00
Orang Tua Harus Punya Mimpi Besar bagi Masa Depan Anak
()
DILANDASI keprihatinan masih tingginya tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah tangga dan sekolah. Komunitas Rumah Pencerah (KRP) hadir berupaya menyiapkan terwujudnya orang tua, dan guru yang berperan aktif meningkatkan kualitas pengasuhan pendidik anak .

Untuk itu,KRP yang dirintis Fery Farhati Baswedan dan Rosalina Sinaga bersama Ketua Yayasan Sanggar Fortune Indira Abidin meluncurkan buku panduan pengayaan orang tua dan guru PAUD.

"Materi ini ditujukan sebagai panduan serta rujukan bagi orang tua maupun guru di seluruh Indonesia dalam mendidik dan mengasuh anak usia dini secara baik dan tepat," kata Fery Farhati Baswedan pada acara peluncuran buku panduan tersebut yang berlangsung kediamannya di Jakarta, Kamis (12/11).

Fery selaku pembina KRP mengemukakan berdasarkan data yang dikumpulkan terdapat 93 persen anak pernah mengalami tindak kekerasan baik di rumah maupun di sekolah.

Mayoritas mereka, 82 persen adalah remaja yang beranggapan orang tua bersikap otoriter, 50 persen mengaku pernah mendapatkan hukuman fisik,dan 39 persen menilai orang tua bersikap pemarah.

Dikatakan KRP ingin menanamkan nilai bahwa anak harus memunyai semangat belajar diiringi sikap orang tua yang penuh cinta dan kehangatan.Selain itu,ada keteraturan dan nilai religius yang diciptakan dalam rumah tangga.

"Orang tua juga harus visioner dan memunyai mimpi besar bagi anaknya," cetusnya.

Dikatakan, setiap orang tua mengharapkan dapat menididik anaknya menjadi orang hebat, cerdas, sukses, bahagia dan bermasa depan cerah.

Tetapi ,masih banyak orang tua mendidik sebagaimana orang tua mereka mendidik dimasa kecilnya.Walaupun cara mendidik anak di zaman kita kecil sudah tidak sesuai lagi digunakan dalam mendidik.

Ia mengutip pesan Ki Hajar Dewantara bahwa kebanyakan orang tua mendidik anak atas dasar rabaan, kebiasaan dan tradisi, bukan berdasarkan pengetahuan.

Ia mengingatkan permasalahan sosial berupa narkoba dan kenakalan remaja terjadi karena orang tua tida hadir.

Menyinggung penyelenggaraan acara dikediamannya, Fery mengatakan ia bersama Anies Baswedan sejak tahun 2013 menempati rumah berbentuk joglo itu telah membuka pintu terbuka agi warga setempat menjadi tempat berkumpul bersama untuk pelatihan orangtua dan guru paud, peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus dan lain lain.

Indira Abidin menambahkan acara berlangsung dikediaman tersebut bertepatan setahun Sanggar Fortune bersinergi dengan KRP pada 6 November 2014. Ia menyatakan sudah saatnya pendidikan anak usia dini menjadi perhatian utama karena memberikan pendidikan terbaik pada usia dini berarti membangun fondasi human capital yang kuat bagi penerus bangsa ini.

Rosalina Sinaga menyatakan pendidikan terus berkembang dan harus diikuti kemajuannya. "KRP kami bentuk guna membantu guru relawan Paud mencerdaskan masyarakat," ujarnya.

Bagi praktisi anak Irwan Rinaldi, apa yang dilakukan KRP dan Sanggar Fortune membutuhkan semangat perjuangan yang tinggi dalam memandu pendidikan bagi orang tua dan guru. Bagi dia, persoalan keayahan sebagai pendamping ibu dalam mendidik anak memunya tantangan besar bahwa ayah sejatinya amat penting dalam mendidik anak anaknya disamping ibu. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya