Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Publik Sambut Antusias Program 'Menyapa Negeriku' Kemenristek Dikti

Syarief Oebaidillah
11/11/2015 00:00
 Publik Sambut Antusias Program 'Menyapa Negeriku' Kemenristek Dikti
(Ali Gufron Mukti. (ANTARA/Puspa Perwitasari))
Program 'Menyapa Negeriku' yang diluncurkan Kementerian Ristek-Dikti mendapat sambutan antusias masyarakat luas. Tercatat 30 ribu orang dari berbagai kalangan dan profesi telah mendaftar. Seleksi akan berlangsung ketat,pasalnya hanya 33 orang terpilih untuk ditempatkan bersama Sarjana Mendidik di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (SM-3T).

"Kami terkejut sekaligus gembira karena tiga ribu pendaftar yang kita targetkan mencapain 30 ribu orang. Padahal kami hanya memilih 33 orang saja,” kata Dirjen Sumber Daya Ristek dan Dikti, Kemenristek Dikti Ali Gufron Mukti pada konferensi pers di Kantor Kemenristek Dikti, Jakarta, kemarin.

Pendaftar yang melebihi target itu membuat Kemenristek Dikti mempercepat penutupan pendaftaran yang semula 20 November menjadi 13 November.

Ali Ghufron mengatakan tingginya animo peserta mengindikasikan program ini menarik publik sebab mereka ingin mengenal masyarakat lain di daerah 3T.

Adapun publik yang tertarik mengikuti program ini antara lain kalangan PNS, mahasiswa, karyawan, wartawan juga dokter.

Ia menjelaskan peserta yang telah lolos seleksi 'Menyapa Negeriku' akan ditempatkan di 11 wilayah 3T yang memiliki keanekaragaman dan keunikan budaya. Ke 11 wilayah itu antara lain, Kabupaten Simelueu, Kabupaten. Aceh Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kabupaten Berau, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Ende,Kabupaten Sumba Timur, kab Raja Ampat Papua Barat, Kabupaten Sorong Papua Barat, Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat dan Kabupaten Jayawijaya ,Papua.

Menurut Ghufron, peserta tidak dipungut biaya dan akan mendapat akomodasi dan biaya tersendiri.

Peserta akan mengikuti program ini selama 5 hari. Di lokasi penempatan, peserta berkolaborasi dengan peserta SM3T.

“Mereka kita minta mendokumentasikan dan mengabadikan wilayah yang dikunjungi dan dipublikasikan di media sosial atau media apa saja untuk diinformasikan ke publik,” pungkasnya.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya