Banyak orang berlomba-lomba untuk memiliki gawai (gadget) terbaru dan tercanggih. Bahkan, tidak jarang karena terobsesi dengan kecanggihan gawai yang dimiliki, mereka tidak sadar bahwa kehidupan sosial mereka terampas dan teralihkan ke dalam sebuah layar ponsel pintarnya.
Tanpa mereka sadari, kebiasan terpaku ketika menatap layar gawai dapat menjadi malapetaka, yang bahkan sangat memalukan dan tidak keren sama sekali. Gawai canggih ternyata dapat menyebabkan pemiliknya cedera.
Cedera akibat gawai menjadi sebuah momok menakutkan. Berdasarkan penilitian, jumlah kecelakaan dan cedera akibat gawai meningkat hingga 84% yang sebagian besar menimpa remaja usia 16-24 tahun. Mereka seakan melupakan apa yang terjadi di sekitarnya ketika sedang menggunakan gawainya.
Sekitar 41% orang mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh teknologi. Selain itu, 13% masyarakat pernah terantuk sesuatu di jalan atau terperosok ke dalam lubang ketika berjalan akibat terlalu asyik bermain dengan gawainya, 43% di antaranya dialami oleh remaja. Masalah yang disebabkan oleh gawai bukan hanya dialami oleh orang-orang yang bermain gawai sambil berjalan, namun juga banyak insiden yang dialami oleh mereka yang bermain gawai sambil berbaring. Sebanyak 60% remaja pernah menjatuhkan ponselnya ke wajah ketika menggunakan gawainya sambil berbaring.
Menurut penilitian yang dikeluarkan oleh National Accident Helpline, sekitar 4 juta orang di Inggris mengalami kecelakaan setiap tahunnya akibat gawai. Kecelakaan akibat gawai ini semakin menghantui kehidupan masyarakat modern.
Beberapa orang juga dilaporkan terluka akibat tongsis (tongkat narsis) yang biasa digunakan untuk foto selfie. Selain kecelakaan akibat gawai, masyarakat modern juga sering mengalami kecelakaan unik lainnya seperti terjebak dalam posisi yoga dan terluka akibat alat spiral untuk sayuran.
Selain karena gawai, banyak kecelakaan masyarakat modern yang disebabkan karena alat-alat olahraga. 16% masyarakat mengatakan pernah cedera akibat terjatuh dari peralatan olahraga seperti treadmill atau bola keseimbangan. Sementara 8% pernah menjatuhkan alat beban di gym ke tubuhnya sendiri. 44% cedera akibat terkena setrika, dan 35% tersandung hewan peliharaannya sendiri.
"Kami semua memiliki kisah untuk diceritakan dari kecelakaan yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari, apakah itu menginjak plug terbalik, atau jari terpotong sambil menyiapkan makanan di dapur, atau karena gadget terbaru,†ujar CEO National Accident Helpline Russell Atkinson seperti dilansir Dailymail, Selasa (10/11).
Menurutnya, kecelakaan kecil bisa terjadi ketika sedang berlibur bersama teman-teman dan keluarga yang dampaknya ternyata jauh lebih buruk dari kecelakaan lainnya. "Kami telah meluncurkan Accident Awareness Week untuk membantu mencegah banyak kecelakaan yang dapat dihindari dan yang terjadi setiap tahun di Inggris.â€
Ia menghimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan teknologi sehari-hari, terutama gawai, dengan memperhatikan potensi resiko cedera yang ada di sekitar masyarakat. “Dengan begitu kita dapat mengurangi kecelakaan yang dapat dihindari dan melanjutkan untuk menikmati kehidupan modern dengan lebih bijak.â€(http://www.dailymail.co.uk/Q-1)