MESKIPUN baru lulus dari pendidikannya tahun ini, Dianisa Oktaviana memilih untuk membantu korban kabut asap di Sumatra Selatan. Perempuan yang telah mengenyam pendidikan di Akademi Keperawatan Keris Husada Jakarta ini merasa terpanggil menjadi seorang relawan yang akan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga di sana.
"Keinginan dari diri sendiri. Juga mau membantu (korban asap). Selain itu, juga menambah pengalaman dan memberikan ilmu tentang bahaya asap," akunya kepada Media Indonesia, di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Selasa (10/11). Ia pun telah mempersiapkan fisik dan mental agar bisa mengemban tugas dengan baik di sana.
Dian merupakan salah satu relawan dari 131 relawan gelombang kedua yang diberangkatkan dari Jakarta. Selain Dian, Mardani yang juga bertugas sebagai perawat nantinya turut merasakan hal yang sama. Banyaknya korban asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan membuat dirinya terpanggil untuk membantunya.
"Ikut terpanggil buat bantu temen-temen. Sekalian cari pengalaman bagaimana kondisi penanganan untuk masalah bencana," ujar lulusan Stikes Persada Husada Indonesia tahun 2014 itu. Laki-laki asal Kalimantan Barat tersebut pun mengaku telah mempersiapkan kondisi fisik dan mentalnya untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.
Relawan yang berangkat dari Jakarta mayoritas adalah relawan muda. Selain dari Jakarta, relawan yang akan bergabung nantinya juga berasal dari Sumater Utara dan Sumater Barat. Jumlah relawan yang akan membantu di Riau sebanyak 31 relawan (17 dokter dan 14 paramedik), Sumsel 22 relawan (12 dokter dan 10 paramedik), Kalteng 50 relawan (31 dokter dan 19 paramedik), Jambi 28 relawan (15 dokter dan 13 paramedik). Mereka akan bertugas selama dua minggu di masing-masing wilayah.
Ketua Bidang OKK (Organisasi Kaderisasi Keanggotaan) DPP NasDem Jeanette Sudjunadi mengatakan Partai NasDem telah memberangkatkan dua gelombang relawan ke daerah berdampak kabut asap. Gelombang pertama berjumlah 140 relawan yang diberangkatkan bertepatan pada hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Dan kali ini gelombang kedua diberangkatkan bertepatan dengan hari Pahlawan (10/11).
"Esensi dari pekerjaan kita adalah roh dari kita berbangsa, ialah gotong royong dimana ada sebagian anak negeri dan bangsa yang karena suatu situasi tertentu membutuhkan bantuan kita," terangnya saat memberikan sambutan kepada 131 relawan yang bersiap untuk memberikan pelayanan medis di wilayah berdampak asap. Ia menyampaikan ilmu para relawan akan sangat bermanfaat bagi korban berdampak asap di sana.
Meskipun kondisi kabut asap kian membaik, Jeanette menyampaikan pengiriman relawan tersebut untuk menangani potensi dampak dari kabut asap bagi kesehatan warga di sana. "Operasi ini kita jemput bola. Mendatangi masyarakat," ujarnya. Penanganan medis tidak hanya dilakukan di Ibu Kota, melainkan sampai ke kabupaten. "Mereka (relawan) dibagi dalam unit kerja kecil dan menyebar kemana-mana," tandasnya. (Q-1)