Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hikmah di Balik Badai Erupsi Vulkanik dan Asap

Meggie Nuansa Mahardika
09/11/2015 00:00
Hikmah di Balik Badai Erupsi Vulkanik dan Asap
(ANTARA/FIKRI YUSUF)
Memori Kadispar Kepri Guntur Sakti langsung melesat ke tahun 1979, tatkala Ebiet G Ade memopulerkan tembang kenangan berjudul Berita Kepada Kawan. Dia merasakan betapa Great Batam digeber dengan berbagai strategi promosi, dari serangan udara, serangan darat, maupun below the line.

Dari branding, advertising sampai ke sales. Baik melalui Paid Media, Own Media maupun Social Media. Koordinasi pusat daerah, tik tak Pemprov Kepri, Pemkot Batam, Pemkab Bintan dan Kemenpar ibarat tim sepak bola Barcelona menggocek bola dengan sentuhan satu dua.

Hasilnya, September 2015 langsung terasa signifikan di Batam dan Bintan. Begitu promosi Bebas Visa Kunjungan (BVK) digeber di Singapura dan banyak negara secara simultan, turis asal Tiongkok ke Great Batam naik menjadi 30,93%. Disusul Korea Selatan, 20,9% yang kali pertama mengalahkan Jepang yang stagnan di posisi 13,73%. Wisman Inggris mananjak menjadi 10, 4%, mengalahkan Amerika yang berada di angka 6,16%. Lain-lain baru 17,84% yang masuk ke Great Batam itu.

Bukan hanya itu, Penyeberangan ke Bandar Bentan Telani, Bintan juga melonjak luar biasa. Orang kalau ke Bintan, tujuannya hampir pasti berwisata, baik alam maupun sport (golf). Karena kualitas golf course di Bintang itu sudah satu level dengan Singapura dan banyak negara lain di dunia. Sedang harga green fee-nya, 30% lebih murah dari Singapura. Fasilitasnya lebih asyik, kondisi alamnya lebih natural, dan landscape-nya juga didesain oleh arsitek sekelas Jack Nicklaus.

"Tapi begitu kena asap, tiba-tiba semua menjadi gelap. Langit menjadi gelap, jarak pandang jadi pendek, ada tirai yang membatasi ruang kreasi kita untuk mendownload lebih banyak wisman dengan berbagai atraksi. Tiba-tiba ada problem alam, yang berdampak kepada kami? Yang tidak tahu apa-apa dari mana asap itu bermula," aku Guntur Sakti.

Gunturjuga ingat kata-kata Menpar Arief Yahya saat kita meraih segalanya, maka pada saat yang sama, mungkin kita akan kehilangan segalanya. Bentuk keiklasan setelah melakukan sesuatu yang terbaik buat negeri. Namun, Guntur yakin akan pepatah: Habis Gelap Terbitlah Terang. Habis Asap dan Abu Vulkanik, Terbitlah Pelangi yang Indah Berwarna-warni. "Karena itu, bencana kita urus, kita introspeksi, tapi pariwisata harus tetap berlari, mengejar target yang tinggi," ungkap dia.  

Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga juga sekata dengan Guntur Setiap musibah dan bencana yang diujikan Tuhan kepada umatnya, selalu satu paket dengan anugerah dan kemuliaan. "Saya yakin itu cara Tuhan untuk menaikkan kualitas dan kemampuan insan pariwisata kok," kata Irene.

Optimisme tidak boleh putus, di saat kabut sedang menyelimuti dunia pariwisata. Bali, Lombok, Banyuwangi pasti terasa betul impact-nya. Tapi soal asap, Sumatera sampai ke Kepri juga terdampak serius. Betapa sulit dan repotnya menangkap turis melalui sales mission, satu per satu. Dan di saat isu erupsi mengemuka, semua yang didapat, hilang begitu saja.

"Kami sendiri akan terus mencari ganti, dengan momentum even-even internasional yang dilangsungkan di Palembang, seperti Asian Games," akunya.

Taufan Rahmadi, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Nusa Tenggara Barat (NTB) lagi-lagi punya ide original. Mungkin ide ini bukan yang pertama, tapi gagasan besar itu selalu nyaring di saat menemukan momentum besar.
Bencana yang membuat Bandara Internasional Lombok (BIL) tutup, dan Bandara Ngurah Rai buka tutup, mengingatkan akan pentingnya konektivitas alternatif. "Mengapa kita tidak berani memikirkan jembatan Selat Lombok? Yang mengkoneksi Bali-Lombok dari Padang Bay? Juga Jembatan Selat Bali? Yang menghubungkan Ketapang Gilimanuk?" ungkap Taufan.

Dengan begitu, ketika bandara tutup, tidak ada masalah. Tidak perlu stress, tidak perlu meneteskan air mata, karena ada alternatif jalur darat. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya