Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Spirit Indonesia Menyatu di Spirit Wonderful Indonesia

Nurul Fadillah
07/11/2015 00:00
Spirit Indonesia Menyatu di Spirit Wonderful Indonesia
(MI/PANCA SYURKANI)
Api optimisme baru menyala di tengah kunjungan kerja Menpar Arief Yahya ke New York, Amerika Serikat lalu. Bagaimana tidak? Sekarang punya Kopassus alias Pasukan Khusus para diplomat yang akan membantu mewujudkan mimpi Kemenpar menuju angka sakti 20 juta wisman di 2019, dengan turut mempromosikan Wonderful Indonesia di Negeri Paman Sam.

Suasana itu terkesan saat dialog dengan para duta besar dan konsulat di markas PTRI Perutusan Tetap Republik Indonesia pada Perserikatan Bangsa Bangsa, di 325 East 38th Street, New York. "Sisihkan waktu dan perhatian untuk mempromosikan Wonderful Indonesia. Kasih space yang cukup untuk didedikasikan buat membesarkan pariwisata nasional menuju target double 20 juta wisman di 2019. Saatnya membangun negeri, menggenjot wisman, menciptakan ekosistem yang kondusif di luar negeri, ujungnya menaikkan income dan devisa dari sektor pariwisata," kata Menpar.

Memang tidak ada garis komando antara Menpar dan para Duta Besar dan Diplomat yang sedang bertugas di luar negeri. Seandainya pun dijawab: Tidak bisa, bukan tugas kami, itu juga tidak salah. Tetapi, demi Merah Putih, demi Bangsa Indonesia, jika itu dilakukan maka akan tercipta spirit Indonesia Incorporated. Ini yang oleh Presiden Jokowi acap disebut revolusi mental dengan mengesampingkan ego sektoral, mengedepankan semangat ke-Indonesiaan.

"Kami senang, ini semacam enlightenment, pencerahan bagi kami dan para diplomat-diplomat muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa. Kami membutuhkan up dating seperti ini, sebagai bahan referensi untuk berdiskusi ke banyak negara di dunia, yang memiliki perwakilan di PBB. Saat ini ada 193 negara di PBB," aku Desra Percaya, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Didampingi pada diplomatnya, Muhamad Anshor, Dubes/Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB, Brigjen Jamaludin, Penasihat Militer, bersama Kamapradipta Ismono, Masni Eriza dan Achsanul Habib. "Setuju, objek wisata kita seperti Pulau Lombok, itu luar biasa! Lengkap dan bisa dikemas menjadi kelas dunia. Kami setuju juga dengan kerja bersama, karena sector pariwisata memang harus dikeroyok bareng-bareng, tidak mungkin berdiri sendiri. Infrastruktur, kebersihan dan kesehatan, keamanan, transportasi, fasilitas publik, dan promosi harus kompak bersama-sama," jelas Anshor.

Menpar pertama menggambarkan peta Indonesia di kawasan ASEAN, di bawah Malaysia 27 juta, Thailand 25 juta, bahkan dengan negeri yang amat kecil di tengah Selat Malaka, Singapura 15 juta tahun 2014 lalu. Bandingkan dengan Indonesia? Yang baru 9,4 juta wisman? "Terlalu jauh jika dibandingkan dengan potensi yang dimiliki. Malu saya, dengan capaian itu. Harus diakui, kami belum berhasil, itulah yang memaksa kita harus melompat dengan target double," ujar Menpar.

Kalau dibedah lebih dalam lagi, Mantan Dirut PT Telkom dan Komisaris Utama PT Telkomsel itu semakin malu. Tapi, bagi dia, lebih baik kehilangan muka sekarang, di tengah para pejabat sendiri, daripada dipermalukan ketika performansi dan capaian targetnya semakin jauh dari proyeksi? Karena itulah, Menpar buka-bukaan dengan data-data terkini. "Malaysia punya apa? Berapa banyak destinasi? Seberapa cantik pantai dan lautnya? Bandingkan dengan punya kita? Jauh, bumi langit, kita lebih eksotis, lebih cantik, lebih nature, lebih ramah, lebih alami. Faktanya, kita masih kalah," jelasnya. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya