Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Rayakan Hari Kebudayaan dengan Minggu Film Kuba

Dero Iqbal Mahendra
20/10/2018 22:30
Rayakan Hari Kebudayaan dengan Minggu Film Kuba
(MI/Susanto)

HARI kebudayaan bagi masyarakat Kuba adalah suatu hari yang sangat penting, sebab pada hari itu untuk pertama kalinya lagu nasional Kuba dinyanyikan bertahun-tahun lalu. Lagu itu menjadi simbol perjuangan kemerdekaan bagi masyarakat Kuba.

Duta Besar Kuba untuk Indonesia Nirsia Castro Guevara mengungkapkan lagu nasional Kuba pertama kali dinyanyikan pada 20 Oktober sekitar abad ke-19.

"Bagi Kuba hari kebudayaan merupakan hari yang sangat penting, karena ungkapan rasa patriotisme yang tercipta dari lagu dan rasa patriotisme yang digunakan bertahun tahun lalu menyemangati masyarakat guna memperjuangkan kemerdekaan Kuba," terang Nirsia di Empu Sendok Arts Station Jakarta, Sabtu (20/10).

Nirsia mengatakan lagu nasional Kuba melambangkan bagaimana dimulainya perlawanan untuk kemerdekaan dan pada saat yang sama hari ini masyarakat Kuba merayakan 150 tahun perjuangan untuk kemerdekaan.

"Oleh sebab itu meski tidak dalam bentuk perayaan yang besar, hari ini adalah hari yang memiliki makna yang besar untuk menunjukkan kebudayaan Kuba dan juga hari kemerdekaan Kuba," tutur Nirsia.

Ia berharap dengan digelarnya festival pemutaran film Kuba yang dimulai sejak Selasa (23/10), masyarakat Indonesia dapat mengenal lebih jauh tentang sejarah kuba dan kebudayaan negaranya. Nirsia menilai meski secara geografis kedua negara memiliki jarak yang sangat jauh, ada rasa persahabatan antarkedua negara.

Nirsia pun yakin bahwa masyarakat Indonesia ingin mengenal lebih jauh tentang kebudayaan Kuba. Hal tersebut terlihat dari antusiasme masyarakat Indonesia yang hadir selama pekan festival film Kuba. Pun dari waktu ke waktu ada peningkatan turis Indonesia yang berkunjung ke Kuba.

Dalam acara tersebut diputarkan sejumlah film, yakni dua film pendek tentang kehidupan di Kuba dan juga tentang cerutu Kuba. Adapun film utama yang berjudul El Benny (2006) mengisahkan kehidupan musisi Kuba terkenal Benny Moré.

Dalam kesempatan yang sama profesor musik dan komposer handal Tjut Nyak Deviana Daudsjah yag hadir dalam pemutaran film tersebut mengungkapkan kegiatan itu sangat menarik karena mampu menggambarkan budaya Kuba.

"Bagi yang tertarik untuk melihat budaya budaya dari negara lain selain Indonesia, saya rasa ini sangat bermanfaat seperti kegiatan Kuba Movie Week. Saya sangat mengapresiasi acara ini dan kebetulan penyelenggaranya saya kenal probadi," terang Deviana.

Sebagai pengajar sejarah musik dunia, Deviana menilai ada banyak hal yang bisa diceritakan tentang budaya Kuba, khususnya musiknya yang di Indonesia dikenal sebagai salsa.

Deviana meyakini acara itu bisa mempererat persaudaraan serta tukar menukar pagelaran budaya antara Indonesia dan Kuba. "Jadi bukan sekadar menonton film, dalam pertemuan ini akan ada pertemuan dan pembicaraan serta pergaulan antarkedua kebudayaan, khususnya dengan kehadiran dubes Kuba untuk Indonesia," imbuhnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya