Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Indonesia Bakal Punya Museum Koleksi Kayu Terbanyak di Dunia

Syarief Oebaidillah
15/10/2018 18:25
Indonesia Bakal Punya Museum Koleksi Kayu Terbanyak di Dunia
(MI/Dede Susianti)

SEBAGAI negara pengoleksi spesimen kayu terbanyak di dunia, Indonesia memiliki perpustakaan kayu, Xylarium Bogoriense. Perpustakaan tersebut akan diubah menjadi museum agar dapat lebih menarik animo masyarakat untuk berkunjung sekaligus menjadi ekowisata.

“Saat ini kita memiliki 192 ribu spesimen kayu yang akan terus dikembangkan. Karena kita telah menjadi nomor satu di dunia maka langkah pengembangan menjadikan Xylarium Bogoriense sebagai museum kayu Indonesia layak dipertimbangkan,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Litbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dwi Sudharto, pada media gathering di kantor KLHK, Jakarta, Senin ( 15/10).

Xylarium merupakan perpustakaan kayu yang mendokumentasi koleksi keragaman jenis kayu Indonesia. Keberadaannya bermanfaat sebagai penunjang penelitian dan sumber informasi ilmiah jenis kayu meliputi nama lokal, nama ilmiah, keragaman jenis, dan persebaran jenis kayu. Selain itu, menjadi rujukan utama dalam identifikasi kayu.

Xylarium Bogoriense telah tercatat dalam Index Xylariorum, Institutional Wood Collection sejak 1975 yang dikelola oleh International Assosiation of Wood Anatomists (IAWA).

Dwi menjelaskan Xylarium Bogoriense sebagai perpustakaan kayu nomor satu dunia telah dideklarasikan Menteri LHK Siti Nurbaya pada acara Festival Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tingkat Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan (PUSAKA) di Hutan Pinus Mangunan, Bantul, Yogyakarta akhir September lalu.

Xylarium Bogoriense Indonesia terus berproses memperkaya jumlah koleksi spesimen kayu didukung potensi keragaman hayati Indonesia yang sangat besar. Selain itu, telah terbangun koleksi kayu di beberapa daerah, antara lain di Kebun Raya Bogor, Yogyakarta, dan Samarinda.

Pada Juli 2018, posisi Xylarium Bogoriense masih berada pada peringkat ke-4 dengan jumlah spesimen kayu sebanyak 67.864. Adapun Belanda nomor satu dunia dengan 125.000 spesimen, Amerika Serikat menjadi nomor dua dunia dengan 105.000 spesimen, dan Belgia nomor tiga dunia dengan 69.000 spesimen.

Ketika itu, langkah strategis dilakukan KLHK guna mewujudkan Xylarium Bogoriense menjadi xylarium dengan spesimen terbesar di dunia. Sinergi antara KLHK dengan para pihak dilakukan dengan Kemenristek Dikti, LIPI, perguruan tinggi, pelaku usaha dan industri perkayuan, masyarakat, serta pihak terkait lainnya. Pada September 2018 Indonesia berhasil meningkatkan jumlah spesimen kayu menjadi 192.395 spesimen atau yang terbanyak di dunia.

KLHK juga meluncurkan secara teknis Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) berbasis computer vision, bersinergi dengan LIPI melalui dukungan program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (Insinas) bersama Kemenristek Dikti. Alat ini dikembangkan dengan dukungan data jenis kayu dari Xylarium Bogoriense.

AIKO merupakan inovasi dan terobosan Iptek yang mampu memangkas waktu identifikasi kayu. Selama ini, identifikasi dilaksanakan secara manual yang memerlukan waktu 1-2 minggu. Dengan AIKO identifikasi berlangsung hanya dalam hitungan detik.

Hal tersebut sangat membantu efisiensi dan kemudahan proses identifikasi jenis kayu, pengelompokan jenis kayu perdagangan, penyelesaian konflik penentuan jenis kayu, dan pemetaan potensi jenis kayu untuk kepentingan konservasi dan pengembangan usaha. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya