Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
EVAKUASI korban, pertolongan medis, penanganan pengungsi, dan perbaikan infrastruktur menjadi fokus pemerintah dalam penanganan pascabencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Presiden Joko Widodo memerintahkan hal tersebut saat memimpin rapat terbatas penanganan dampak bencana gempa bumi dan tsunami Sulteng.
Untuk mempercepat proses evakuasi, baik pencarian maupun penyelamatan korban, Presiden meminta Kepala Basarnas Muhammad Syaugi menambah personel SAR.
"Sehingga bisa menjangkau lebih banyak ke wilayah yang terdampak," ujar Presiden dalam rapat di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.
Presiden pun meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membantu mobili-sasi alat berat ke daerah-daerah itu agar proses evakuasi berjalan cepat. Bila perlu, pemerintah dapat meminjam alat berat ke pihak swasta.
Terkait dengan pertolongan medis, Kepala Negara meminta seluruh kementerian yang masih memiliki tenda besar agar mengirim tenda ke Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Secara khusus, Menteri Kesehatan diminta memperbanyak jumlah rumah sakit di lapangan.
"Karena saya lihat tidak memungkinkan korban dirawat di dalam rumah sakit. Pastikan juga ketersediaan obat-obatan dan tenaga medis agar semua betul-betul ada. Termasuk kapal rumah sakit TNI segera didorong ke sana," kata Presiden.
Ihwal perbaikan infrastruktur, Jokowi meminta kementerian terkait memperbaiki infrastruktur yang rusak, mulai jalan, jembatan, gardu listrik, bandar udara, hingga pelabuhan laut.
Presiden juga menunjuk Wapres Jusuf Kalla memimpin penanganan korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong, serta menunjuk Menko Polhukam Wiranto sebagai koordinator.
Secara terpisah, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan instruksi presiden soal penanganan bencana di Palu dan sekitarnya akan segera terbit.
Di sisi lain, sejumlah relawan berdatangan ke Palu dan Donggala. Mereka ikut membantu mengevakuasi korban.
Jumlah korban
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban tewas terus bertambah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, hingga Selasa (2/10) pukul 13.00 WIB, jumlah korban jiwa tercatat 1.234 orang. "Sebagian korban meninggal telah diidentifikasi dan sebagian lagi dalam proses. Data korban berasal dari Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong," papar Sutopo dalam jumpa pers, kemarin.
Mengenai fenomena likuifaksi atau tanah ambles di Balaroa dan Petobo, Palu, Sutopo menyatakan hasil pendataan sementara mencatat 1.747 rumah di dua kawasan itu hancur tertelan lumpur. "Dari citra satelit didapat, terjadi mekanisme tanah ambles dan lumpur naik sehingga menghancurkan kompleks perumahan. Perkiraan sementara, 1.747 rumah hancur," kata Sutopo.
Dari Donggala di Kecamatan Banawa dilaporkan kondisi ibu kota wilayah itu bak kota mati. Aliran listrik terputus, aktivitas warga lumpuh. Fasilitas umum di daerah itu hancur. Banyak jalan terbelah, jembatan roboh, dan gedung pemerintahan hancur. Aktivitas pemerintahan pun belum terlihat. (Dhk/Opn/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved