Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 5.000 wanita yang tergabung dalam Dharma Pertiwi, Bhayangkari, OASE Kabinet Kerja, majelis taklim, dan unsur wanita lainnya, berhasil memecahkan rekor MURI membatik canting, di Plaza Mabes TNI, Jakarta, Selasa (2/10).
Kegiatan serupa juga dihelat secara serentak di jajaran dan satuan di seluruh matra TNI, seperti TNI AD, AL, dan AU. Acara tersebut terhubung melalui video conference yang ditayangkan terpusat dari Mabes TNI. Pemecahan rekor yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional, itu juga merupakan rangkaian HUT ke-73 TNI.
"Kegiatan membatik ini merupakan wujud kecintaan serta upaya melestarikan budaya bangsa Indonesia," ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Menurut dia, batik merupakan budaya Indonesia yang diturunkan sejak ratusan tahun silam. Awalnya batik hanya diperuntukkan bagi kalangan kerajaan atau istana. Seiring waktu, batik pun sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
"Kita dapat menemukan berbagai corak dan seni batik di seluruh penjuru Tanah Air. Segala keunikan dan kekhasan tersebut merupakan harta karun yang harus kita jaga," kata dia.
Mantan Kepala Staf TNI AU itu menambahkan bahwa pada 2009 UNESCO sudah mengakui batik tulis sebagai warisan budaya asli Indonesia. Seni batik tulis, di tengah maraknya produksi batik cetak, tetap mendapat tempat tersendiri karena memiliki nilai estetika.
"Oleh karena itu, pada pagi hari ini kita berupaya menunjukkan bahwa kita bangga dan tetap menjaga seniman batik dengan canting. Acara ini mempertahankan budaya bangsa, budaya leluhur, yaitu batik sebagai warisan dunia," tutur Panglima.
Pendiri MURI, Jaya Suprana, yang hadir pada acara tersebut mengaku ribuan kaum hawa yang terlibat kegiatan membatik canting tidak hanya memecahkan rekor MURI, namun berhasil menembus rekor dunia untuk kategori serupa. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved