Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI dan dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Musdah Mulia mengungkapkan saat ini masyarakat terlalu kontekstual dalam mengaplikasikan hukum halal dan haram terkait vaksin.
Hal itu dikatakannya dalam dalam diskusi bertajuk Mari Berbincang Tentang Vaksin yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmuan Muda Indonesia (ALMI) di kantor ALMI di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (21/9).
Masyarakat dipandangnya terlalu kaku dan tidak memandang hukum halal dan haram dari segi konsep dan kondisi saat ini.
"Padahal dalam Islam jika dalam kondisi darurat artinya pemerintah telah melalui berbagai pertimbangan, namun tidak memiliki pilihan lain, pilihan yang diambil tersebut bisa disebut halal. Apalagi ini demi kepentingan masyarakat bersama," terangnya.
Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ) itu juga menyebut, masyarakat seharusnya tidak menelan mentah-mentah berita-berita palsu yang disebarluaskan dari segelintir masyarakat yang menolak vaksin. Menurutnya semua agama melalui kitab suci termasuk Alquran telah menyerukan agar umatnya berpikir bukan hanya demi kebaikan diri sendiri tetapi juga orang lain.
"Kita diajarkan untuk berpikir. Bukan hanya menelan mentah-mentah. Mana data, mana bukti, bukan hanya berdasarkan berita yang tidak benar. Kalau memang mau antivaksin untuk diri sendiri okelah. Tapi jangan disebarkan kepada orang lain paham tersebut," ujarnya.
Di sisi lain, Musdah juga mengungkapkan adanya kontra vaksin di masyarakat juga bisa disebabkan oleh kesalahan komunikasi dari pemerintah.
Menurutnya pemerintah belum menggandeng ulama untuk memahami teknis medis terciptanya vaksin serta dampak-dampak yang ditimbulkan jika tidak menggunakan vaksin.
"Ada jarak ulama dengan pemerintah. Mungkin ada kesalahan komunikasi. Ulama saat ini kesannya jauh dengan masyarakat sehingga apa yang dilakukan pemerintah kerap mendapat penolakan," ujarnya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved