Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Cegah Stunting, Tambah Asupan Protein Hewani dan Kalori

Indriyani Astuti
13/9/2018 19:45
Cegah Stunting, Tambah Asupan Protein Hewani dan Kalori
(Ilustrasi)

MALNUTRISI atau kekurangan nutrisi pada balita dipengaruhi banyak faktor. Kepala London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris, Professor Andrew Prentice menuturkan masalah malnutrisi umumnya disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi yang baik dan seimbang.

Selain itu masalah kebersihan lingkungan, sanitasi dan akses air bersih juga berpengaruh. Professor Andrew mengatakan malnutrisi tidak hanya dialami oleh masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi rendah, tetapi juga ditemukan pada balita dan anak-anak dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi memadai.

"Untuk keluarga dengan pendapatan rendah, masalah kurang gizi disebabkan karena kualitas asupan makanan yang tidak baik," ujar Professor Andrew dalam diskusi media terkait stunting oleh Nutricia, Danone, di Jakarta, pada Kamis (14/9).

Adapun kekurangan nutrisi yang terjadi pada keluarga dengan pendapatan cukup, ditenggarai karena kesalahan asupan nutrisi. Jika sudah terjadi indikasi faltering growth (gagal tumbuh) anak harus mendapatkan pertolongan berupa asupan nutrisi khusus yang tinggi protein hewani dan kalori.

Itu, ujar Professor Andrew, dilakukan guna mengejar pertumbuhan fisik sekaligus kemampuan kognitif. Andrew menyampaikan malnutrisi merupakan permasalahan multidimensional sehingga perlu ada kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, akademisi, dan industri.

"Melalui kerja sama diharapkan prevalensi stunting dapat turun," ujar Andrew.

Masalah malnutrisi termasuk stunting masih menjadi tantangan di dunia. Berdasarkan data Badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekitar 162 juta anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia mengalami stunting. Di Indonesia, data riset kesehatan dasar 2013 menunjukan 37,2% anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya