Rabu 15 Agustus 2018, 11:48 WIB

Cegah Karhutla, Sumsel Buat 277 Sumur Bor

Antara | Humaniora
Cegah Karhutla, Sumsel Buat 277 Sumur Bor

ANTARA/Rony Muharrman

 

SALAH satu upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memunculkan inisiatif untuk membangun sumur bor yang berjumlah 277 titik dengan sebaran di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

Target pembuatan ini akan diselesaian oleh Pemprov Sumatra Selatan pada tahun 2018.

"Pembuatan sumur bor ini merupakan bagian dari kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sumur bor ini bisa dipakai untuk pembasahan lahan, dan sekaligus support kebutuhan air bagi tim operasi darat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumatra Selatan, Edward Chandra, di Palembang, Rabu (15/8).

Ia menjelaskan jenis sumur bor yang akan dibuat tergolong sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar karena pemerintah juga melibatkan masyarakat atau kelompok tani. Sementara untuk biaya pembuatannya akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Selain membuat ratusan sumur bor, cara lain untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan adalah pembuatan sekat kanal. Pemerintah juga berencana membuat 604 sekat kanal.

"Untuk di Sumsel sumur bor dan sekat kanal baru dilaksanakan tahun ini melalui mekanisme tugas pembantuan, nanti hasilnya akan didata dan dipetakan," imbuhnya.

Sementara itu, Staf Teknis Badan Restorasi Gambut (BRG) Kedeputian Kontruksi Operasi dan Pemeliharaan, Sugianto, menambahkan pihaknya telah melakukan sosialisasi cara pembuatan sekat kanal maupun sumur bor ke masyarakat.

Daya jangkau sumur bor, bergantung pada kekuatan pompa yang digunakan dan prinsipnya sumur menyedot air di bawah permukaan tanah.

"Pembuatan sumur bor bisa dikatakan tidak begitu sulit karena proses pembuatannya sama dengan proses pembuatan sumur bor untuk konsumsi pemukiman. Nah, yang menjadi konsentrasi kami adalah soal sekat kanal yang mana belum diketahui masyarakat banyak," pungkasnya.

Provinsi Sumatra Selatan merupakan daerah yang rawan mengalami karhutla karena memiliki luas lahan gambut 1,4 juta hektare. Sarana dan prasarana untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan terus ditingkatkan pasca kejadian hebat tahun 2015 yang membakar sekitar 700 ribu hektare.(OL-6)

Baca Juga

MI/HO

Masyarakarat dan Pengelola Berkolaborasi Lindungi Populasi dan Habitat Pari Mantra

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 00:22 WIB
Potensi mengenai populasi pari manta dan habitat mereka di kawasan ini masih belum banyak...
Dok Dompet Dhuafa

Kolaborasi Dompet Dhuafa-Lotte Mart di Tebar Hewan Kurban

👤Media Indonesia 🕔Senin 27 Juni 2022, 23:55 WIB
KOLABORASI program tebar hewan kurban (THK) yang digaungkan Dompet Dhuafa bersama Lotte Mart memasuki tahun...
MI/ANTON

UI Raih Penghargaan Tertinggi Liga PTN BH

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 22:05 WIB
IKU merupakan ukuran kinerja baru bagi perguruan tinggi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dengan berbasis luaran lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya