Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Menristek Dikti Ingatkan Dosen dan Guru Besar Genjot Publikasi Ilmiah

Syarief Oebaidillah
24/7/2018 19:55
Menristek Dikti Ingatkan Dosen dan Guru Besar Genjot Publikasi Ilmiah
(MI/Ramdani)

MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir menegaskan pendidikan dan riset sangat mendasar guna meningkatkan sumber daya (SDM) manusia Indonesia. Oleh sebab itu, diingatkan agar dosen dan guru besar meningkatkan upaya publikasi ilmiah.

"Saya telah mengeluarkan kebijakan bagi para dosen dan guru besar untuk wajib melakukan publikasi ilmiah jadi para profesor jangan melupakan kewajiban ini,” kata M Nasir ketika memberi sambutan kuliah umum pada sivitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) dan peresmian gedung baru Fakultas Kedokteran kampus tersebut di Cirebon , Jawa Barat, Selasa (24/7).

Turut mendampingi Menristek Dikti, Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristek Dikti Agus Indarjo, Rektor Unswagati Mukarto Siswoyo, Dewan Pembina Yayasan Swadaya Gunung Jati, Dadang Iskandar.

Dengan upaya produktif dalam publikasi ilmiah itu, Nasir berharap Unswagati menjadi kampus yang berkembang maju dan mampu masuk lima besar di lingkungan perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten, serta masuk 10 besar perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia.

Terkait fasilitas gedung baru yang dibangun, mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang ini berharap fasilitas itu turut memperkuat kampus Unswagati untuk lebih meningkatkan kualitas dalam menghadapi era kompetisi dewasa ini.

“Penyediaan fasilitas-fasilitas akademik ini kita harap ke depan akan terjadi peningkatan mutu pendidikan yang ada kampus ini baik kualitas para mahasiswanya juga kualitas dosen dan para guru besarnya,” tandasnya.

Di gedung kampus baru itu ada empat kelas untuk kegiatan belajar menagajar mahasiswa dalam ruangan dengan kapasitas kelas menampung 153 mahasiswa.

Rektor Unswagati Mukarto Siswoyo menyakatan pihaknya akan terus mendukung kebijakan Menristek Dikti dalam meningkatkan mutu Perguruan Tinggi di Indonesia. Dia berjanji akan meningkatkan pengembangan sumber daya lulusan Unswagati serta mendorong sivitas akademika Unswagati untuk lebih produktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah.

Mukarto berharap agar penelitian tersebut dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk mahasiswa. "Para dosen kami dorong untuk mengajukan proposal penelitian . Kami juga menyediakan pendanaan riset internal yang disebut Riset Unggulan Unswagati guna mendukung dosen dan guru besar melakukan penelitian dan publikasi ilmiah," ujarnya.

Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Dadang Iskandar menambahkan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan layanan pendidikan tinggi kepada masyarakat diantaranya melalui peningkatan sumber daya manusia dan sarana dan prasarana.

Unswagati berdiri sejak 1961 atau telah berusia 57 tahun dengan tenaga dosen sebanyak 361 bergelar doctor dan professor. Saat ini jumlah mahasiswa mencapai 11.754 orang dan telah berhasil meluluskan 28.214 lulusan.

Para alumni Unswagati telah berkiprah bekerja dan berkarya, mengabdi pada negara di berbagai instansi pemerintah dan sektor swasta. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya