Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus berupaya meningkatkan pembangunan daerah kawasan pinggiran atau yang dikenal daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Khusus bidang pendidikan, sekolah pun harus berkualitas.
Dalam kaitan ini, Pusat Teknologi Infomasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud memberikan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada 682 sekolah di kawasan tersebut.
“Kami targetkan tahun ini sebanyak 682 sekolah kawasan garis depan atau 3T kita bantu TIK nya, dan saat ini sudah ada 518 sekolah yang terbantu," kata Kepala Pustekkom Kemendikbud Gogot Suharwoto kepada wartawan di kantor Pustekkom Kemendikbud, Ciputat, Tangsel, Banten, Selasa ( 24/7) .
Gogot menjelaskan bentuk bantuan yang diberikan berupa peralatan TIK seperti komputer jinjing dan server mini dengan konten digital offline, access point dan juga LCD projector. Tidak hanya barang, pihaknya juga menyediakan pelatihan kompetensi bagi guru TIK dan pemanfaatan pusat sumber belajar melalui portal belajar daring yang dikelola Pustekkom terkenal sebagai Rumah Belajar.
Gogot mengutarakan program TIK ini merupakan kerja sama Kemenkominfo dan Kemendikbud. Melalui program serupa, Pustekkom pun telah menyediakan bantuan jaringan internet untuk sekolah perbatasan yang menggunakan Universal Service Obligation (USO) mencapai 984 sekolah.
"Pendidikan di kawasan perbatasan menjadi pilar kedaulatan negeri ini. Akses teknologi dan infrastruktur digital sangat penting agar tercipta koneksi antar warga untuk penguatan pendidikan, peluang ekonomi, serta penguatan nasionalisme di kawasan perbatasan dan pedalaman negeri ini," tegas Gogot yang pernah bertugas sebagai tenaga ahli di kantor UNESCO Prancis.
Menurutnya, pada Agustus mendatang Pustekkom akan menggelar pelatihan bagi guru dan kepala sekolah garis depan di 10 titik kota. Pelatihan ini penting sebelum bantuan peralatan tiba di sekolah para guru terkait.
Dengan begitu, ketika barangnya sampai, para pendidik sudah bisa langsung memakainya. Dikatakan Gogot, Kemendikbud telah memberi tugas khusus kepada Kepala Pustekkom untuk bekerja keras serta fokus kepada sekolah-sekolah dan pengembangan kualitas guru-guru TIK di kawasan perbatasan.
Berdasarkan data Pustekkom per 2016 terdapat 48.065 sekolah yang belum memiliki koneksi internet. Sekolah tersebut terdiri dari SD sebanyak 34.528 sekolah, SMP 8.785, dan SMA 4.752 sekolah. Selain itu masih ada 15.063 sekolah belum ada listrik.
Gogot menyatakan bantuan TIK yang telah diberikan Pustekkom telah menunjukkan perkembangan baik. Pada tahun ini sudah ada 200 sekolah yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Soal-soal UNBK yang tinggal diunduh dari server sangat memudahkan ujian karena tidak perlu menunggu datangnya naskah soal dari kota. Selain itu, membuat ujian lebih transparan dan efektif.
Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengemukakan tentang pentingnya akses teknologi dan keahlian guru dalam pengembangan TIK di sekolah-sekolah perbatasan. Guru-guru di sekolah garis depan disebutnya sebagai patriot bangsa.
“Mereka berjuang dan bekerja keras, dengan segala keterbatasan alat serta infrastruktur, untuk mencerdaskan anak bangsa. Pada zaman now ini amat penting meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita di kawasan pinggiran atau kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal,” pungkas Muhadjir. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved