Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pertamina dan UNS Luncurkan Unit Produksi Baterai Lithium Ion

Ferdinand
13/7/2018 17:35
Pertamina dan UNS Luncurkan Unit Produksi Baterai Lithium Ion
(MI/Ferdinand)

PT Pertamina (Persero) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) meluncurkan unit produksi baterai lithium ion di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (13/7). Unit produksi yang berangkat dari kegiatan penelitian sejak 2012 itu diharapkan menjadi cikal bakal pabrik baterai lithium ion nasional.

Kegiatan peluncuran dilakukan di gedung Pusat Inkubator Bisnis UNS, ditandai dengan penyerahan sel baterai lithium ion oleh Rektor UNS Ravik Karsidi kepada Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso.

Hadir menyaksikan momentum bersejarah itu, Penasihat Khusus Menteri Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kemenko Bidang
Maritim Satryo Soemantri Brodjonegoro. Kemudian, Senior Vice President Research & Techology Centre Pertamina Herutama Trikoranto, serta Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika.

Tampak pula Direktur Inovasi Industri Kemenristekdikti Santoso Yudo Warsono, dan Ketua Tim Baterai Pack Sepeda Motor GESIST Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Muh Nur Yuniarto.

Gigih Prakoso dalam sambutannya menyatakan unit produksi tersebut merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap kegiatan pengembangan energi baru dan terbarukan. Sesuai roadmap Pertamina 2030 dan sejalan dengan kebijakan global untuk menurunkan kadar emisi melalui penggunaan energi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik.

Baterai, lanjut Gigih, menjadi isu penting bagi pengembangan kendaraan listrik. Oleh karena itu, teknologi pembuatan baterai menjadi bisnis yang strategis. Peluang itulah yang sedang dibidik oleh Pertamina saat ini.

"Sebagai BUMN energi, Pertamina akan menjadi produsen baterai kendaraan listrik. Karena tanpa teknologi pembuatan baterai ini, Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi produsen negara lain," cetus Gigih.

Herutama Trikoranto mengatakan sel baterai produk kerja sama Pertamina dan UNS itu akan dijadikan battery pack untuk untuk kendaraan bermotor listrik roda dua. Baterai ini merupakan pengembangan battery pack yang sebelumnya dibuat bekerja sama dengan ITS Surabaya.

Menurut Herutama, satu unit battery pack memiliki kapasitas 3 kWh untuk motor listrik dengan kekuatan 5 kW. Kapasitas itu lebih kurang setara dengan mesin motor dengan pembakaran internal berkapasitas 125 150 cc.

Jarak tempuhnya sama dengan sepeda motor dengan pembakaran internal (ICE, internal combustion engine) yang membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) 2-3 liter.

Dengan tarif listrik tertinggi saat ini Rp1.644,52 per kWh, biaya yang dikeluarkan menjadi lebih murah. Kendaraan listrik yang didesain menggunakan battery pack itu cukup 2-3 kali pengisian ulang per minggu untuk pemakaian normal di dalam kota.

Satryo Soemantri menyatakan ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Terlebih kandungan lokalnya sudah di atas 60%. Dia berharap Pertamina mendirikan pabrik berskala nasional.

"Nanti ini dibicarakan lagi di tingkat nasional. Di dunia ini hanya Tiongkok yang punya pabrik sel baterai lithium. Kalau ini terwujud, akan menjadi lithium cell manufacturing pertama di Indonesia," kata Satryo. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya