Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PUASA intermiten, menurut penelitian dari Washington University School of Medicine di St Louis, Amerika Serikat, dapat mengurangi gejala multiple sclerosis (MS). Dalam penelitian itu, kelompok tikus dibagi dua.
Pertama, tikus diberi makan setiap hari selama empat minggu sebelum menerima imunisasi untuk memicu gejala mirip MS. Kedua, kelompok tikus itu melanjutkan diet yang sama selama tujuh minggu.
Hasilnya, tikus-tikus yang berpuasa setiap hari kurang mengembangkan tanda-tanda kerusakan saraf, seperti kesu-litan berjalan, kelemahan anggota tubuh, dan kelumpuhan. Beberapa tikus yang berpuasa memang mengembangkan gejala mirip MS, tapi tak separah tikus yang makan tiap hari.
Berdasarkan penelitian terhadap tikus yang diterbitkan awal Juni di jurnal Cell Metabolism, saat ini para peneliti di universitas merekrut pasien manusia dengan MS yang ber-ulang kali kambuh untuk studi 12 minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved