Selasa 19 Juni 2018, 17:51 WIB

Pembahasan RUU Sisnas Iptek Diperpanjang

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Pembahasan RUU Sisnas Iptek Diperpanjang

MI/RAMDANI

 

RANCANGAN Undang-Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (RUU Sisnas Iptek) belum kunjung rampung. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui pengesahan perpanjangan pembahasan RUU Sisnas Iptek.

"RUU itu akan dibahas kembali di awal masa sidang 2 Juli mendatang," ujar Ketua Pansus RUU Sisnas Iptek Daryatmo Mardiyanto kepada Media Indonesia, Selasa (19/6). Ia menegaskan semangat RUU inisiasi pemerintah itu sejatinya demi mengonsolidasikan program riset nasional dan diharapkan bisa berkontribusi lebih bagi pembangunan.

Ia menyatakan penaikan anggaran riset nasional masih menjadi salah satu isu penting yang menjadi perhatian dalam pembahasan RUU. Hingga saat ini, lanjutnua, pansus juha terus menerima masukan-masukan dari berbagai kalangan, khususnya organisasi peneliti.

Sejumlah masukan itu di antaranya ialah pembentukan badan baru yang bakal melakukan koordinasi arah pengembangan riset dan penganggarannya. Selama ini, sambung Daryatmo, anggaran riset yang kecil terserak di berbagai kementerian/lembaga dan arah pengembangan penelitiannya dinilai tidak fokus.

"Nantinya RUU akan menggantikan Undang-Undang lama yaitu UU No 18/2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi."

Ketua Umum Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) Bambang Subiyanto menyatakan anggaran riset nasional yang saat ini totalnya hanya menyentuh Rp25 triliun atau setara 0,25% dari produk domestik bruto (PDB) dipandang sebagai hambatan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Tanah Air.

Karena itu, RUU Sisnas Iptek diharapkan bisa mengarah pada penaikan anggaran penelitian minimal mengacu standar United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yakni 2% dari PDB.

"Kenaikan anggaran amat krusial untuk mengejar ketertinggalan kita," kata Bambang. (OL-5)

Baca Juga

Metro TV/Robby Pratama

BNPB Ingatkan 30 Kepala Daerah Waspadai Potensi Bibit Siklon 94W

👤Robby Pratama 🕔Rabu 14 April 2021, 14:42 WIB
Kewaspadaan itu untuk menekankan pada peringatan dini dan langkah-langkah kesiap siagaan, termasuk evakuasi dan penyampaian...
Ist/Universitas Andalas

Universitas Andalas Sukses Menggelar ACCOUNTS 2021

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 14:41 WIB
Sesuai dengan namanya yaitu Andalas Accounting National Events, ACCOUNTS merupakan acara tingkat nasional dari Himpunan Mahasiswa Jurusan...
Ilustrasi

Gempa Banten, BMKG Sebut tidak Berpotensi Tsunami

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 14 April 2021, 14:33 WIB
Daryono menyatakan episenter terletak pada koordinat 7,4 LS dan 105,92 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 83 km arah Barat Daya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya