Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCARIAN buaya muara (Crocodylus porosus) yang muncul di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, belum membuahkan hasil. Reptil sepanjang 2,5 meter itu diperkirakan masih berkeliaran.
Peneliti biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy mengatakan pencarian buaya muara di perairan laut memang tergolong sulit. Jarak pandang di air laut serba terbatas. Karakter buaya yang sensitif terhadap suara dan gerakan kapal petugas juga bisa membuat buaya menghindar dan menyelam lebih dalam.
Dia menyarankan pencarian dilakukan dengan memetakan lokasi-lokasi mangrove. Pasalnya, spot mangrove merupakan tempat bagi buaya berjemur saat suhu tubuhnya mulai mendingin.
"Buaya butuh tempat berjemur. Spot-spot itu perlu dipetakan. Di Jakarta Utara banyak lokasi mangrove yang bisa dipetakan," ujarnya saat dihubungi, Senin (18/6).
Untuk pencarian di perairan, kata dia, waktu terbaik untuk melakukan penyisiran ialah saat peralihan waktu menuju malam. Buaya diketahui aktif menunjukkan diri ke permukaan air saat peralihan ke malam hari.
Selain itu, lanjutnya, tim pencari juga bisa memetakan lokasi-lokasi pelabuhan ikan. Dia menduga ada kemungkinan buaya muara itu mencari sumber makanan.
Buaya muara tersebut dilaporkan muncul pertama kali pada Kamis (14/6), pekan lalu. Buaya itu lalu kembali memperlihatkan diri pada Jumat (15/6) dan Sabtu (16/6). Buaya tersebut sempat ditembak petugas TNI AL, tapi kemudian masuk ke air lalu menghilang. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved