Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNGKIN tidak banyak masyarakat yang tahu penyakit esensial tremor. Penyakit yang menyerang syaraf otak manusia hingga menyebabkan beberapa bagian tubuh seperti tangan dan wajah mengalami gerakan atau getaran secara tiba-tiba dengan sendirinya.
Berbeda dengan parkinson, esensial tremor terjadi saat seseorang melakukan aktivitas. Bukan ketika sedang diam seperti parkinson yang juga getarannya dapat lebih banyak terjadi di berbagai bagian tubuh lainnya.
"Jadi ini biasanya kelihatan ketika aktivitas, seperti menulis, berbicara, memegang sesuatu," ujar dokter ahli syaraf RS Bethsaida, Puspasari, dalam acara KAIKOUKAI Japan Medical Tourism, di hotel Fairmont, Jakarta, (22/5).
Puspasari mengatakan, berbeda juga dengan parkinson, esensial tremor bukan bagian dari penyakit akibat usia lanjut atau degeneratif. Melainkan penyakit genetik yang hingga saat ini belum diketahui penyebab pastinya selain dari faktor keturunan.
"Jadi itu sulitnya, belum bisa dicegah karena memang sejauh ini studinya belum ada yang berhasil mengetahui penyebab lain selain genetik," ujar Puspasari.
Esensial tremor umumnya membuat penderita kesulitan melakukan beberapa aktivitas rutin. Seperti menulis, mengetik, hingga olahraga. Karena penyakit tersebut dapat menyerang pada usia yang masih produktif, yakni mulai 40 tahun, umumnya esensial tremor menjadi lebih mengganggu dan menurunkan produktivitas dibandingkan parkinson yang menyerang lansia.
"Ia dia sudah mulai muncul biasanya ketika orang menginjak usia 40 tahun. Laki-laki lebih banyak terkena dibandingkan perempuan. Itu juga sama, masih minim studinya mengapa sampai laki-laki lebih banyak," ujar Puspasari.
Beberapa cara pengobatan dapat dilakukan untuk mengobati esensial tremor, di antaranya dengan terapi obat oral. Namun, cara itu tidak akan dapat secara total menghilangkan kondisi getaran, hanya meringankan gejala.
"Kalau memang mau sepenuhnya dihilangkan harus melalui pembedahan atau dengan terapi ultrasound terfokus (FOU), tetapi terapi ultrasound belum ada di Indonesia. Harus ke beberapa negara maju seperti Jepang," ujar Puspasari.
Untuk itu, peningkatan pemahaman akan penyakit tersebut sangat penting. Terutama bila memiliki gejala serupa esensial ttemor, beberapa gejala tak lazim pada tubuh terkait getaran tanpa perintah otak atau dengan sendirinya ketika memasuki usia 40 tahun harus segera dicurigai sebagai esensial tremor.
Dengan begitu, tindakan pengobatan akan dapat dengan segera dilakukan. Bila tidak, kondisi akan dapat semakin parah dan membuat penderita semakin sulit melakukan beberapa aktivitas tertentu. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved