Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Masuk Kemarau, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

Dhika Kusuma Winata
21/5/2018 17:32
Masuk Kemarau, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai
(MI/Rommy Pujianto)

Meski sebagian wilayah Tanah Air sudah memasuki musim kemarau, kejadian cuaca ekstrem yang menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir masih terjadi.

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang terjadi di beberapa daerah baru-baru ini, seperti di Morowali (Sulawesi Tengah), Jatinegara (DKI Jakarta), Tanah Laut (Kalimantan Selatan) dan Bone (Sulawesi Selatan).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebagian wilayah sudah memasuki kemarau, di antaranya Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa, dan sebagian Sumatra seperti Lampung.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo, mengatakan cuaca ekstrem masih mengintai sebagian wilayah meski musim kemarau sudah tiba.

"Kejadian cuaca ekstrem yang terjadi bersifat sporadis dan lokal. Tidak setiap saat muncul dan ketika muncul tidak merata. Meski pada kondisi kemarau, potensi hujan masih ada," ujarnya menjawab Media Indonesia, Senin (21/5).

Dia menjelaskan cuaca ekstrem yang terjadi pekan lalu di Tuban, Bogor, Sukabumi dan Aceh Utara terjadi akibat tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia Perairan Barat Sumatera dan sirkulasi angin di Selat Karimata. Tekanan tersebut membawa aliran massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatra masuk ke wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

"Kondisi dinamika atmosfer tersebut diprediksi masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan di wilayah Indonesia," ucapnya.

Dia menambahkan pengaruh penambahan massa uap air di wilayah perairan barat Sumatra dan bagian selatan Nusa Tenggara serta sirkulasi di perairan barat Sumatra dan Selat Karimata meningkatkan suplai uap air yang berkontribusi terhadap pembentukan dan pertumbuhan awan hujan.

Sejumlah wilayah yang diperkirakan mengalami peningkatan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang hingga 23 Mei mendatang ialah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Kep Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur.

Adapun potensi gelombang laut seringgi 2,5-4,0 meter diperkirakan terjadi di Samudra Hindia bagian selatan Jawa, NTT, perairan selatan Sumba, Laut Sawu bagian selatan, perairan Kupang, Laut Timor bagian selatan NTT, perairan selatan Kepulauan Sermata hingga Tanimbar, dan Laut Arafuru.

"Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," pungkas Mulyono. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya