Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Cuaca Ekstrem Lanjut, Masyarakat Diminta Waspadai Banjir Longsor

Indriyani Astuti
21/5/2018 16:53
Cuaca Ekstrem Lanjut, Masyarakat Diminta Waspadai Banjir Longsor
(ANTARA)

CUACA ekstrem diprediksi masih berlanjut di sejumlah wilayah di Indonesia. Untuk itu, Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi banjir dan longsor.

"Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," ucap Deputi Bidang Metereologi dan Klimatologi BMKG Mulyono R Prabowo melalui siaran pers, hari ini, Senin (21/5).

mengatakan kondisi tersebut terjadi karena adanya dinamika atmosfer dan diprediksi masih berlangsung pada 21-23 Mei hingga beberapa hari ke depan di wilayah Indonesia. "Sehingga dampaknya terjadi peningkatan potensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah wilayah," ujar Mulyono.

Wilayah yang dimaksud adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur.

Bencana hidrometeorologi tersebut, kata Mulyono, dipicu oleh adanya pusat tekanan rendah di sekitar Samudera Hindia Perairan Barat Sumatera dan sirkulasi di Selat Karimata. Selain itu, ada indikasi aktifnya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang masuk ke wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah.

"Pengaruh penambahan massa uap air di wilayah perairan Barat Sumatra dan Selatan Nusa Tenggara  serta sirkulasi di perairan Barat Sumatra dan Selat Karimata meningkatkan supply uap air yang berkontribusi terhadap pembentukan dan pertumbuhan awan hujan," kata dia.

Selain bencana hidrometeorologi, Mulyono mengatakan masyarakat juga diminta mewaspadai potensi gelombang setinggi 2.5 hingga 4.0 meter. Gelombang itu diperkirakan terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Perairan Selatan P. Sumba, Laut Sawu bag Selatan, Perairan Kupang-P. Rote, Laut Timor Selatan NTT, perairan Selatan Kep. Sermata hingga Tanimbar dan Laut Arafuru. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya