Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Agama (Kemenag) berjanji akan segera merespon polemik yang mencuat di masyarakat atau publik terhadap pengumuman daftar 200 dai atau mubaligh sebagai pencermah.
"Awal pekan depan kami akan bahas dan koordinasi untuk memberikan respon yang memadai soal list atau daftar penceramah kepada publik, termasuk kepada lembaga atau penceramah yang keberatan namanya dicantumkan dalam daftar," kata Juru Bicara atau Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag Mastuki menjawab Media Indonesia di Jakarta, Minggu (20/5).
Menurut Mastuki, pihaknya juga mengolah data para dai yang disebutnya bersifat fleksibel dan dinamis itu. Kemenag akan menampung usulan nama baru dari masyarakat.
"Data itu tidak statis. Kami telah menyediakan nomor kontak 0811-8497-492 jika ada masyarakat yang berkirim pesan Whatsapp. Jika nanti diperlukan mekanisme yang lebih baik, kami akan tindak lanjuti," tegasnya.
Dia juga menyatakan bahwa tujuan dikeluarkannya daftar itu bukan untuk mengatur masyarakat soal penceramah. "List itu untuk memenuhi permintaan masyarakat yang butuh nama penceramah yang cocok-sesuai untuk aktivitas keagamaan mereka. Jadi ya inilah daftar sementara 200 nama tersebut," tukasnya.
Dia juga menyatakan Kemenag tidak berpretensi untuk melakukan sertifikasi penceramah. Karena, makna sertifikasi itu berkaitan dengan kualifikasi, dan kualifikasi itu terkait profesi tertentu.
"Apakah dai atau muballigh itu termasuk profesi? Biasanya profesi yang perlu disertifikasi adalah *jabatan-jabatan* yg memberikan layanan publik yang ada standar kualifikasi tertentu," ujarnya.
"Lembaga mana yang layak memberikan sertifikasi? Jadi masih banyak hal yang perlu dibahas, dan Kemenag tentu bukan lembaga berwenang menetapkan hal itu," pungkas Mastuki. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved