Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
REMAJA disebut rawan mengalami masalah gizi karena rentan terpengaruh pola diet yang tidak memperhatikan kecukupan gizi.
Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Pattiselanno Roberth Johan mengatakan remaja yang memasuki periode masa menstruasi rentan mengalami sejumlah gangguan kesehatan. Di antaranya anemia akibat mengeluarkan banyak darah saat menstruasi.
"Pola makan remaja yang tergambar dari hasil survei adalah 65,2% tidak selalu sarapan, sebagian besar kurang konsumsi sayur buah, dan sebagian besar sering mengkonsumsi makanan berpenyedap. Di antara remaja itu juga ternyata ada sekitar 42,5% kurang aktivitas fisik," kata Pattiselanno dalam seminar kesehatan dan gizi remaja yang digelar di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (15/5).
Menurut Pattiselanno, remaja juga mudah dipengaruhi teman sebaya dan media sosial, termasuk pola diet selebritas, sehingga rawan terpapar informasi kesehatan dan gizi tidak benar. Lebih jauh, kecukupan asupan energi, protein, lemak dan serat terhadap angka kecukupan harian pada remaja laki-laki dan perempuan masih belum optimal.
Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, tingkat kecuku[an asupan serat pada remaja laki-laki hanya 18%, sedangkan perempuan 20%. Adapun untuk asupan energi pada remaja laki-laki sekitar 57% dan remaja perempuan 61%.
"Remaja Indonesia masih kekurangan asupan protein, energi, lemak dan serat berdasarkan AKG (angka kecukupan gizi), kurang baik berdasarkan jumlah maupun kualitas makanan."
Pattiselanno menekankan perlunya perhatian khusus pada remaja putri terkait perlunya dipenuhi kebutuhan asupan gizi seimbang. Percepatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh pada remaja memerlukan asupan energi dan zat gizi cukup, serta lebih aktif bergerak. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved