Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pemerintah dan Akademisi Pulihkan Citarum

Cahya Mulyana
11/5/2018 20:45
Pemerintah dan Akademisi Pulihkan Citarum
(MI/M Taufan SP Bustan)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan pemulihan Sungai Citarum terus dikebut pemerintah bersama seluruh pihak, termasuk kalangan akademisi. 

Tujuannya supaya kualitas air sungai yang melintasi Jawa Barat sampai Jakarta itu dapat dimanfaatkan kebutuhan sehari-hari dan bebas dari sampah.

"Citarum ini penanganan sudah maju. Untuk progres Citarum ini kerja sama Dikti dengan Kemenkomaritim dan kementerian lain dengan daerah ini kami bagi 22 sektor dan 3 sektor untuk universitas dari 6 universitas IPB, ITB, UI, UNPAD Pasundan dan lainnya," terang Luhut di Kantor Kementerian Bidang Kemaritiman, Jakarta. Jumat (11/5)

Menurut dia, pemerintah dalam rangka pemulihan kualitas air Sungai Citarum juga melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hal itu untuk memastikan kualitas air dari hulu sama sampai ke hilir. 

Sejauh ini, kata dia, kualitas airnya sudah membaik namun ketika turun hujan sampah kerap masuk ke Citarum sehingga masih perlu dicari solusinya. Salah satu jawabannya yakni meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) supaya dapat mengurangi jumlah sampai dengan tepat.

"Sekarang akan ada proyek listrik untuk bakar sampah itu di Jakarta akan groundbreaking bakar 1.800 ton per hari Jakarta itu sampahnya 60.000 ton per hari. Kita butuh 7 (PLTSa)," terangnya.

Menurut dia, penting untuk pemerintah menanggulangi kualitas air Sungai Citarum. Pasalnya, itu menjadi sumber air bagi sebagian masyarakat sehingga perlu dipastikan memiliki kualitas laik minum untuk menjaga kesehatan.

"Air itu begitu parah kalau sampai ke Jakarta kualitas airnya tidak layak dimakan," tegasnya.

Pada kesempatan sama, Menteri Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pihaknya terus melibatkan seluruh kampus di Jawa Barat dan Jakarta untuk meningkatkan kesadaran seperti di hulu sungai Citarum dengan mengajak masyarakat dan perusahaan khususnya menjaga kelestarian daerah serapan air. 

"Terutama di bagian hulu tengah dan hilir Citarum. Hulu Konservasi alam akibat penggundulan hutan. Ini yang tanggung jawab IPB dan UNPAD di tengah masalah lingkungan terkait pada industri disekitarnya kami tugaskan di situ ITB dan UPI yang di hilir muara ini kami tugaskan UI dan UNJ di Jakarta," paparnya.

Menurut dia, sampah dari Sungai Citarum akan ditangani dengan teknologi insenlator itu supaya tidak mencemari air. Hasil proses tersebut, cairannya akan dijadikan pupuk pestisida dan abunnya akan menjadi pupuk untuk tanaman dan penyubur tanah. 

"Namun yang limbah pabrik dan industri hulunya harus di selesaikan tetap dengan langkah hukum. Limbah industri dan sebagainya harus dapat steril di Sungai Citarum kalau tidak dicegat akan berat untuk membersihkan masalah ini. Kami ingin 2019 udah ada peningkatan signifikan," tutupnya.

Ia meminta penegak hukum yang telah berjanji akan mengusut tuntas pencemar Sungai Citarum akibat limbah industri untuk segera ditunaikan. Itu diharapkan segera tuntas dan di sis lain pembangunan waduk di Bandung 800 ha diharapkan dapat menjadi wilaha konservasi wilayah hulu.

"Kalau Industri masih buang limbah tidak bisa kita biarkan tadi saya bicara sama Jaksa Agung katanya kita akan buktikan kita masukan penjara untuk maslah ini," tutupnya. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya