Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
UDARA Jakarta yang dipenuhi polusi kendaraan disadari atau tidak, akan berdampak buruk secara jangka panjang bagi kesehatan masyarakatnya. Kualitas udara yang kurang baik merupakan sumber radikal bebas yang dapat mempercepat penuaan dan kematian sel.
Demikian dikemukakan praktisi kesehatan dokter Haekal Anshari, dalam sesi diskusi bersama bertema A Breath of Fresh Air for Healthier Body, di Jakarta, Rabu (9/5).
Haekal mengatakan radikal bebas memicu penurunan sistem kekebalan tubuh, serta proses degeneratif sel dan jaringan tubuh. Akibatnya, meningkatkan risiko penyakit infeksi, penyakit sistem pernafasan, kulit, radiovaskuler, bahkan kanker.
"Kualitas udara yang baik adalah bagian esensial dari upaya untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan tubuh. Dengan kualitas udara yang baik, proses penuaaan sel tubuh dapat dihambat sehingga kesehatan terjaga dan kualitas hidup menjadi lebih baik," jelas Haekal.
Tidak hanya itu polusi juga berdampak pada penuaan kulit lebih cepat. Saat ini polutan juga dapat masuk ke dalam ruangan yang dianggap paling sehat sekali pun. Oleh karena itu perlu cara untuk menjaga kualitas udara yang dihirup sehari-hari.
"Polutan tidak kasat mata dan ada di dalam ruangan. Kita hirup tiap detik. Mulai dari aktifitas seperti memasak dan uap dari bahan bangunan dan tentu saja debu," imbuhnya.
Haekal menuturkan jika kekurangan oksigen dampak yang ditimbulkan yakni mudah mengantuk serta kurang konsentrasi. Adapun dampak jangka panjangnya akan terjadi gangguan organ seperti jantung yang memompa darah lebih banyak dan akan kerja lebih berat.
Di kesempatan yang sama Chief Executive Officer Farpoint Jusup Halimi mengatakan ada beberapa cara untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap baik. Salah satunya, dengan menempatkan tanaman hias, membuka jendela dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan.
"Selain sebagai dekorasi dan mempercantik ruangan, tanaman juga dapat membantu meningkatkan kualitas udara. Pilih tanaman seperti lidah mertua tanaman hias laba-laba, dracaena dan lidah buaya," tutur Jusup.
Selain itu, mengurangi penggunaan lampu pijar juga membantu meningkatkan kualitas udara ruangan. Lampu pijar mengonversi sekitar 90% dari total energi menjadi panas saat memancar.
"Ini secara tidak langsung memengaruhi kualitas udara menjadi pengap. Mengurangi penggunaan lampu ini berarti meminimalisasi suhu udara tidak sehat dan suhu ruangan lebih normal," ungkapnya.
Dia juga menambahkan penggunaan produk pembersih alami dan kurangi penggunaan karpet menjadikan udara ruangan lebih ringan dan nyaman serta menyalakan exhaust saat memasak. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved