Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui terjadinya penurunan rerata nilai Ujian Nasional (UN) tahun ini, khususnya untuk mata pelajaran matematika, fisika, dan kimia. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan hasil UN tersebut akan dikaji lebih mendalam untuk perbaikan ke depan.
Penurunan nilai UN tersebut diyakini akibat perubahan norma yakni dimasukkannya sejumlah soal dengan standar yang lebih tinggi dibanding tahun lalu. Selain itu, ada pula pengaruh faktor perubahan moda ujian, dari berbasis kertas menjadi berbasis komputer.
Untuk itu, menurutnya, kajian itu akan dilakukan untuk mengetahui secara mendalam hal-hal yang perlu diperbaiki sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.
"Hasil UN ini selanjutnya akan dianalisis. Topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran UN akan didagnosa. Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua dinas pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran," kata Totok, Rabu (9/5).
Dia menambahkan kesulitan mengerjakan oial dialami oleh 50% sekolah yang menjalani UN. Hal itu ditunjukkan dengan rerata nilai UN yang menurun. Sedangkan di 50% sekolah lainnya, nilai UN justru mengalami kenaikan.
"Secara agregat faktor kesulitan soal ini tampaknya berpengaruh kecil. Sekolah-sekolah yang semula ujian kertas dan berubah ke komputer mengalami penurunan nilai sangat signifikan. Bahkan ada yang rerata nilai UN turun hampir 50 poin," imbuhnya.
Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Hamid Muhammad, menekankan pentingnya proses asesmen dan tindaklanjut hasil kajian UN. Dia mengatakan akan menjadikan hasil kajian sebagai acuan dalam pembuatan kebijakan peningkatan proses pembelajaran. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved