Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Keberhasilan Program KB dan Kependudukan akan Cetak SDM Tangguh

Golda Eksa
02/5/2018 00:00
Keberhasilan Program KB dan Kependudukan akan Cetak SDM Tangguh
(ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

PROGRAM Keluarga Berencana (KB) harus dilakukan secara sinergis dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, swasta dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di seluruh Indonesia agar dapat diterima semua kalangan masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam sambutannya pada acara Pencanangan Bakti Sosial TNI KB Kesehatan Tingkat Nasional yang menjadi kerja sama antara TNI dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Lapangan Jarias, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (1/5).

Panglima TNI mengatakan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya unsur TNI, yaitu Babinsa diberi tugas membantu Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) hanya berperan sebagai pelaksana. “Saat ini para Babinsa sudah diberi kemampuan oleh BKKBN sebagai motivator, sehingga bentuk bantuan yang diberikan menjadi lebih berkualitas sesuai dengan tuntutan jaman yang demokratis serta dapat menghindari munculnya isu pelanggaran HAM,” ucapnya.

Melalui keterangan dari Pusat Penerangan TNI, Hadi mengemukakan para PLKB dan Babinsa harus secara terus menerus diberikan kemampuan dalam hal penggiatan program Keluarga Berencana. Itu agar mereka mampu mengembangkan dan melakukan pendekatan kepada masyarakat di lapangan.

Menurut dia, pencanangan Bakti Sosial TNI KB Kesehatan Tingkat Nasional Tahun 2018 di Kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan salah satu bentuk kontribusi BKKBN dan TNI, serta mitra kerja BKKBN lainnya untuk membangun kependudukan Indonesia agar tumbuh seimbang dengan daya dukung yang tersedia. Dengan demikian diharapkan bangsa Indonesia secara keseluruhan akan menjadi bangsa yang kuat sejahtera adil dan makmur.

“Keberhasilan program Kependudukan dan Keluarga Berencana akan menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh dan meningkatkan derajat ketahanan nasional, serta mampu memberikan jaminan terhadap kesinambungan pembangunan nasional, yang pada akhirnya akan mampu secara signifikan meningkatkan kesejahteraan rakyat."

Pada kesempatan tersebut Hadi pun mengapresiasi terhadap dukungan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beserta jajarannya yang dengan penuh dedikasi memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan Pencanangan Bakti Sosial TNI KB Kesehatan Tingkat Nasional kerja sama antara TNI dengan BKKBN.

“Saya minta laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dilandasi oleh jiwa sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara profesional. Saya juga mengucapkan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh prajurit TNI yang telah membantu dan kerja sama dengan jajaran BKKBN di seluruh Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, imbuh dia, masalah kependudukan di Indonesia hingga saat ini ialah belum tercapainya keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan, di mana kebutuhan pangan, energi dan perumahan serta lapangan kerja masih menjadi kekhawatiran bersama.

"Untuk menangani masalah itu, pemerintah berupaya sekuat tenaga dengan berbagai program kerja seperti menyiapan infrastruktur, termasuk peningkatan produksi hasil pertanian dan pengendalian jumlah penduduk melalui Program BKKBN,” ujar dia.

Mantan Kepala Staf TNI AU, itu menambahkan proyeksi penduduk Indonesia pada 2035 diperkirakan mencapai 305,6 juta jiwa. Hal itu bukanlah waktu yang lama bagi perkembangan sebuah bangsa, sehingga tidak boleh lengah dalam mengantisipasi dan menyiapkan daya dukung agar bonus demografi yang terjadi saat itu akan menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. Bukan sebaliknya malah menjadi masalah bagi bangsa dan negara.

“Kita harus mengarahkan investasi negara pada bidang-bidang kesehatan, pendidikan, penyediaan lapangan kerja serta keluarga berencana, khususnya pada pola asuh anak dalam keluarga dan mulai saat ini kita harus menjadikan penduduk sebagai obyek dan subyek pembangunan nasional, sehingga pembangunan yang dilaksanakan harus berwawasan kependudukan,” pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya