Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Flamboyan Datang, Waspada Cuaca Buruk

Putri Rosmalia Octaviyani
29/4/2018 18:34
Flamboyan Datang, Waspada Cuaca Buruk
(MI/RAMDANI)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebagian wilayah Indonesia akan mengalami cuaca buruk akibat datangnya siklon tropis Flamboyan. Hujan deras, angin kencang, puting beliung, hingga gelombang lau tinggi masih akan dirasakan hingga beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan siklon Flamboyan mulai terpantau kehadirannya sejak 28 April lalu, pukul 19.00 wib. Wilayah kemunculannya ialah di Samudra Hindia dan sekitar 1.345 km di barat daya pulau Enggano yang juga berjarak 1.410 km di barat daya Bengkulu.

Saat ini, pergerakan siklon saat ini mengarah ke arah barat san barat daya menjauhi Indonesia. Dengan kecepatan angin pasa area yang dilintasi rata-rata 65 km per jam arau 35 knot.

"Siklon tersebut masih memiliki kecenderungan peningkatan intensitas, kecepatan angin akan bisa mencapai maksimal 85 km per jam atau 45 knot," ujar Dwikorita dalam jumpa pers di kantor BMKG, Jakarta, (29/04).

Dwikorita menuturkan, peningkatan tinggi gelombang akibat siklon Flamboyan akan terjadi dengan tinggi antara 1,25--2,5 meter. Perairan Bengkulu, sebelah barat daya Lampung, bagian selatan Selat Sunda, hingga perairan Enggano menjadi lokasi-lokasi yang akan mengalami gelombang tinggi tersebut. Sementara di beberapa wilayah lain, yakni di selatan pulau Jawa, dan Samudera Hindia, tinggai gelombang akan bisa mencapai 4 meter.

"Saat ini siklon Flamboyan telah meninggalkan wilayah tanggung jawab Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta dan mulai memasuki Regional Specialized Meteorologica Center (RSMC)," ujar Dwikorita.

Sementara itu, saat ini selain dibayangi cuaca buruk akibat siklon Flamboyan, Indonesia juga mengalami aliran massa udara basah Madden Julian Oscillation (MJO). MJO berdampak pada peningkatan uap air dan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah. Hal itu membuat di beberapa wilayah Indonesia di barat dan tengah masih mengalami hujan meski mulai memasuki musim kemarau.

MJO juga berpotensi menyebabkan terjadinya hujan lebat, dan angin puting beliung. Beberapa telah terjadi, yakni di Bantul, Yogyakarta pada 24 April 2018 lalu. Begitu juga curah hujan yang tinggi dan ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat yang telah terjadi selama sepekan terakhir.

Ia menjelaskan jika saat ini sebagian wilayah Indonesia tengah berada di masa transisi dari musim hujan ke kemarau. Meskipun di beberapa wilayah sudah masuk kemarau. Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan terus memantau informasi terbaru terkait cuaca melalui berbagai sumber informasi yang berasal dari BMKG.

"Masyarakat khususnya di pesisir harus selalu waspada. Masyarakat juga diimbau untuk menunda kegiatan menangkap ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda," ujar Dwikorita.

BMKG juga mengatakan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan info cuaca yang beredar selain dari sumber resmi BMKG. Seperti isu akan adanya badai Dahlia dan gelombang panas mematikan yang akan datang dalam waktu dekat.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo mengatakan, di masa transisi musim, masyarakat akan mengalami cuaca yang tak menentu sejak pagi hingga malam hari. Terutama di daerag transisi antara wilayah padat bangunan dengan daerah yang masih nemiliki tutupan pepohonan yang padat.

"Masyarakat diharap tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang mungkin terjadi," tutup Mulyono.

Diperkirakan, musim kemarau akan dialami Indonesia diawali dari bagian timur lalu bergeser ke arah barat mulai bulan Mei hingga Juni 2018. Puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus dan September mendatang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya