Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Facebook Bakal Beri Hak Banding Pengguna Saat Hapus Unggahan

Irene Harty
24/4/2018 20:50
Facebook Bakal Beri Hak Banding Pengguna Saat Hapus Unggahan
(AFP PHOTO / LOIC VENANCE)

FACEBOOK akan memberikan hak kepada para pemilik akun untuk mengajukan banding keputusan, ketika sebuah foto, video, atau tulisan mereka dihapus karena dianggap melanggar standar komunitas. Rencana untuk menggelar proses banding secara global dalam beberapa bulan mendatang itu merupakan sikap pertama Facebook terkait standar internal dalam memutuskan sebuah unggahan yang masuk itu terlalu jauh bernada kebencian atau mengancam.

"Ini adalah bagian dari upaya untuk lebih jelas tentang di mana kami menarik batas pada konten," kata Manajer Kebijakan Publik Facebook atas konten, Siobhan Cummiskey pada Selasa (24/4).

Pemberian hak itu menjadi yang pertama sehingga pengguna Facebook dapat meminta pertimbangan kedua saat berpikir telah membuat kesalahan.

Langkah untuk melibatkan pengguna Facebook itu dalam menetapkan standar untuk menghapus konten itu muncul karena Facebook mau menangkis kritik yang gencar menerpa mereka. Mereka sebelumnya menerima banyak kritik di berbagai bidang, di antaranya soal penanganan data pengguna, menyebarkan berita palsu, dan politik keputusan penghapusan konten.

Facebook yang berbasis di California kini memberikan kesempatan kepada orang-orang mengajukan banding atas penghapusan profil atau halaman. "Proses banding yang akan dibangun selama setahun ke depan akan memperpanjang hak atas setiap pos," lanjut Cummiskey.

Proses pengajuan banding baru pertama-tama akan berfokus pada penghapusan pos yang dinilai mengandung pornografi, seks, perkataan yang mendorong kebencian, atau kekerasan grafis.

Notifikasi yang dikirim terkait unduhan yang dihapus akan menyertakan tombol yang dapat diklik pengguna untuk mendukung proses pengajuan banding.

"Kami percaya memberi orang suara dalam proses adalah komponen penting lainnya untuk membangun sistem yang adil," kata Wakil Presiden Manajemen Produk Global, Monika Bickert.

"Untuk pertama kalinya, kami menerbitkan pedoman penerapan internal yang digunakan oleh pengulas konten kami untuk membuat keputusan tentang apa yang diizinkan di Facebook," lanjutnya.

Terdapat 7.500 pengulas konten dari 15.000 orang di tim Facebook yang ditujukan untuk keamanan sistem. Jumlah itu akan bertambah hingga 20.000 hingga akhir tahun ini, menurut Cummiskey.

"Rumit untuk menggambarkan apa yang dapat dan tidak dapat dibagikan oleh orang-orang di Facebook, itulah sebabnya kami berkonsultasi dengan para ahli," tukasnya. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya