Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
ENAM event sail internasional yang akan digelar di perairan Indonesia sepanjang 2018 akan dipromosikan dalam agenda Wonderful Sail Indonesia di Opua, Selandia Baru. Selain mempromosikan event-event sail, Indonesia juga akan memperkenalkan fasilitas sail yang telah dikembangkan Indonesia, sekaligus deregulasi izin masuk yang mempermudah para yachter.
Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk mencapai target kunjungan wisatawan Selandia Baru sebanyak 141.896 orang wisman pada 2018. Pitana mengatakan ada enam event sail internasional yang akan dipromosikan Indonesia yakni Wonderful Sail To Indonesia, Sail Indonesia-Darwin, Back To Down Under Rally, Sail Anambas To Natuna, West Kalimantan Rally, dan Sail Moyo Tambora.
"Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan destinasi-destinasi wisata bahari beyond Bali, yakni Wakatobi, Labuan Bajo Komodo, Borobudur, dan Raja Ampat kepada para yachter," katanya.
Kegiatan di Selandia baru akan berisi presentasi dan dinner reception di Opua Yacht Club termasuk mengundang luxury yacths dari Oyster Yacht Community. Kegiatan itu juga diisi dengan pendistribusian materi promosi di Kerikeri Cruising Club dan Whangarei Cruising Club. Ada 121 peserta yang diundang melalui internal magazine Opua Cruising Club, Tell Tales edisi April 2018 serta siaran radio lokal, Bay of Island Radio. Peserta berasal dari Opua Cruising Club serta komunitas luxury yacths bernama Oyster Yacht Community yang sedang bersandar di Opua.
Selain mempromosikan event-event sail, dalam acara itu Indonesia juga akan memperkenalkan fasilitas pendukung sail yang telah dikembangkan Indonesia. Di antaranya, sebanyak lebih dari 200 anchorages serta delapan buah marina sekaligus yang telah dibangun. Selain itu, ada pulaberbagai kemudahan atau deregulasi izin masuk bagi para yachter.
Sejauh ini, Indonesia sudah memberlakukan beberapa deregulasi di antaranya kemudahan tata cara pelayanan kapal wisata (yacht) asing dengan pengurusan dokumen CIQP di 19 pelabuhan entry-exit, pencabutan Clearance Approval for Indonesia Territory (CAIT), dan pengurusan izin masuk online melalui http://yachters-indonesia.id.
Kemenpar juga akan menyosialisasikan kebijakan bebas visa kunjungan Indonesia terutama social culture visa dengan masa berlaku 60 hari dan bisa diperpanjang 4x30 hari. Dengan begitu para yachter dapat berpetualang selama enam bulan di Indonesia.
Kebijakan lainnya ialah pencabutan peraturan cabotage untuk kapal pesiar sesuai dengan Permenhub Nomor 121 Tahun 2015 di lima pelabuhan utama di Indonesia, yaitu Belawan, Medan, Tanjung Priok, Jakarta, Tanjung Perak, Surabaya, Benoa, Bali, dan Soekarno Hatta, Makassar. Menurut Pitana, kebijakan itu akan memungkinkan penumpang kapal pesiar dapat dengan mudah memulai keberangkatan dan mengakhiri perjalanan di pelabuhan.
"Dari kegiatan ini, sebanyak 73 kapal yacht asal Selandia Baru sudah terdaftar untuk mengikuti 6 event sail tersebut," kata Pitana. Ia memperkirakan jumlah tersebut masih akan bertambah karena ketertarikan yang tinggi dari para peserta acara, sehingga akan dibuka gelombang kedua untuk pendaftar lainnya dari sejak berakhirnya acara ini hingga acara technical meeting di Darwin Australia pada Juni 2018.
Wisata yacht dinilai sebagai aktivitas wisata potensial karena potensi pemasukan devisa yang sangat besar. Dari data yang ada tercatat jumlah pengeluaran wisatawan yacht per hari rata-rata sebesar 500-1000 dolar AS dengan lama kunjungan selama minimal satu bulan. "Di masa yang akan datang, wisata yacht berpotensi menyumbang devisa hingga 600 juta dolar AS," katanya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved