Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERHATI pendidikan anak usia dini sekaligus anggota Badan Akreditasi Nasional Capri Anjaya mempertanyakan alasan sejumlah sekolah dasar yang memberlakukan tes untuk dapat diterima. Dia mengimbau agar tes masuk pada lembaga pendidikan anak usia dini dihapus.
"Buat saya sekolah seperti itu harus dipertanyakan lagi" ujarnya dalam acara konferensi pers SGM Eksplor mendukung potensi anak jadi generasi maju melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi, di Jakarta pada Rabu (18/4).
Capri menjelaskan, pada jenjang usia sekolah taman kanak-kanak (TK), seharusnya anak tidak dipaksa untuk belajar menulis dan berhitung. Tetapi mengasah kemampuan motoriknya dan bersosialisasi dengan berteman.
"Mewajibkan mereka dapat menulis dan berhitung justru akan mengganggu kreatifitasnya," imbuhnya.
Senada, psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia Anna Surti Arini mengatakan TK ada untuk mempersiapkan anak untuk masuk ke dunia sekolah. Oleh karena itu disebut dengan pra calistung (baca, tulis, hitung).
Pada usia pra sekolah, ujar Anna, yang harus ditingkatkan adalah motorik halus anak agar terkoordinasi dengan baik misalnya dirangsang dengan merobek-robek kertas koran atau membuat adonan kue. Sedangkan, untuk pelajaran pra hitung, anak dikenalkan pada angka, bukan jumlahnya.
"Mengenalkan angka bukan secara harafiah, tetapi membuat anak paham mana yang besar dan kecil dan bagaimana mengurutkannya," ucap Anna. Lalu, untuk pelajaran pra membaca, anak dikenalkan pada bentuk dan warna. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved