Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kredit Pendidikan Bantu Mahasiswa Rampungkan Kuliah

Syarief Oebaidillah
10/4/2018 18:05
Kredit Pendidikan Bantu Mahasiswa Rampungkan Kuliah
(MI/Ramdani)

KEMENTERIAN Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti ) mengapresiasi kalangan perbankan yang menyediakan kredit pendidikan. Perbankan mulai gencar meluncurkan kredit pendidikan untuk merespons arahan Presiden RI Joko Widodo yang meminta perbankan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Saya mengapresiasi BTN yang telah menginisasi pemberian kredit kepada mahasiswa di Indonesia. Diharapkan kerja sama ini berkontribusi pada peningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia," kata Menristek Dikti M Nasir pada peluncuran Program Kredit Pendidikan Bank Tabungan Negara (BTN) di Kemenristek Dikti , Jakarta, Selasa ( 10/4)

Menurut Nasir, dewasa banyak orangtua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke tingkat yang lebih tinggi. Kemenristek Dikti pun telah mengalokasikan anggaran beasiswa Bidikmisi sebesar Rp 4,9 triliun sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut.

"Melalu kontribusi kalangan perbankan khususnya bantuan dari BTN kita berharap permasalahan ini pendidikan tinggi dapat terbantu dan diselesaikan," tegasnya.

Nasir mengisahkan dirinya saat mahasiswa pernah menggunakan produk pembiayaan pendidikan bernama Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). Melalui kredit pendidikan dari Bank BTN ini Nasir berharap anak Indonesia bisa menyelesaikan kuliahnya dan bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik.

Kendati demikian, Nasir berharap BTN dapat memberikan masa tenggang  sehingga pokok pinjaman bisa dibayarkan pada saat sudah mendapatkan pekerjaan. Nasir pun berharap nantinya bunga kredit pendidikan sebesar 0% sesuai Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

"Sekarang masih menunggu peraturan dari Menko Perekonomian. Mungkin nanti dalam bentuk Perpres," terangnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama BTN Maryono mengatakan saat ini masyarakat Indonesia tidak hanya menempatkan hunian sebagai kebutuhan primer. Masyarakat Indonesia, lanjutnya, mulai menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasarnya.

Ia mengutarakan pemenuhan kebutuhan pendidikan masih terhalang masalah tingkat ekonomi masyarakat Indonesia. Maryono merujuk Data Badan Pusat Statistik (BPS) per akhir 2017. Hanya 8,15% dari penduduk berumur 15 tahun ke atas yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi (PT).

BPS juga merekam adanya ketimpangan pendidikan yang sangat besar. Presentase penduduk 15 tahun ke atas dengan ekonomi teratas lebih besar 17 kali lipat jika dibandingkan dengan kelompok yang sama pada tingkat ekonomi terbawah.

“Melalui kredit pendidikan ini, kami ikut berpartisipasi memenuhi kebutuhan pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia,” jelas Maryono.

Menurutnya, BTN telah menggandeng 101 universitas untuk mempermudah masyarakat mengakses kredit pendidikan BTN dan akan terus bermitra dengan perguruan tinggi lainnya.

“Kami akan terus menggelar kemitraan serupa dengan Perguruan Tinggi lainnya sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa mengenyam pendidikan tinggi,” ujar Maryono.

BTN meluncurkan kredit untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dengan plafon hingga Rp200 juta dan bunga tetap 6,5% selama 5 tahun. Pinjaman tersebut diluncurkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, BTN juga menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan 24 perguruan tinggi di Indonesia. BTN selain meluncurkan program ini juga melakukan penandatangan akad kredit kepada mahasiswa yang menerima fasilitas Kredit Pendidikan BTN.

Hal tersebut, kata Maryono, merupakan wujud komitmen dalam menyukseskan penyaluran kredit pendidikan BTN. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya