Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM pendidikan nongelar Darmasiswa menjadi salah satu upaya soft diplomacy RI dengan negara-negara sahabat. Pada periode 2017/2018 terdapat 637 peserta dari 96 negara sahabat yang terpilih.
Para peserta mengikuti pendidikan selama 1 tahun di 55 perguruan tinggi negeri dan swasta untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia. Jumlah peserta tersebut adalah hasil seleksi dari 1.087 pendaftar dari 103 negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.
"Kita mengharapkan peserta Darmasiswa menjadi duta Indonesia di negara asal mereka. Menjadi Indonesianists yang memahami Indonesia dengan baik. Ini sekaligus soft diplomacy kita dengan negara sahabat," kata Kepala Program Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Kemendikbud Suharti kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.
Suharti menjelaskan Darmasiswa dimulai tahun 1974, program ini telah diikuti 7.852 peserta yang berasal dari 117 negara sahabat. Di periode 2017/2018 akan ada pembekalan kepulangan pada Mei dan selesai Juli mendatang.
Ketika dihubungi terpisah, Kordinator Kerjasama Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) Supian dan Unikom Bandung Inta Budi menyatakan Darmasiswa merupakan program strategis kampus mereka. Program itu memperkenalkan Indonesia yang unik dan budaya yang kaya.
Menurut Supian, peserta betah kuliah di kota Bandung yang sejuk dan membaur dengan masyarakat sunda yang ramah. Untuk periode 2017/2018, Unpad menerima 17 peserta dan Unikom 7 peserta.
Peserta Darmasiswa Unpad, Rofiqi Muhammad dari Thailand dan Layla Vaqif dari Azerbaijan, mengaku senang belajar bahasa Indonesia dan budaya di 'Kota Paris Van Java' itu. Keduanya berniat melanjutkan kuliah S2 di Unpad. Rofiqi akan mengambil fakultas psikologi, sedangkan Layla melanjutkan kuliah kajian budaya.
"Saya senang belajar di Unpad di kota yang sejuk membuat betah. Sepulang dari sini saya akan mengurus untuk dapat kuliah S2 di sini, " kata Layla yang mengaku menyukai makanan khas Sunda, surabi.
Layla yang lancar berbahasa Indonesia mengaku pernah mengikuti program beasiswa seni budaya Kemenlu RI pada 2016. Ia belajar budaya dan tari di Padang, Sumatra Barat, hingga mampu menguasai Tari Piring. Ia bercita-cita jika lulus S2 Unpad kelak dapat bekerja di KBRI di negara asalnya.
Terpikat
Peserta Darmasiswa Unikom asal Rumania, Dan Muresha, mengaku terpikat budaya dan seni Indonesia. Ia juga fasih berbahasa Indonesia dan menyenangi belajar bahasa Sunda.
"Nama saya Dan, panggil saja saya Dadan seperti nama orang Sunda, " selorohnya.
Ia jatuh cinta pada seni silat Sunda hingga ditunjuk menjadi duta perguruan silat Gajah Putih. Ia pun pernah belajar silat Bangau Putih yang berpusat di Bogor. Hemat dia, seni silat Indonesia sangat kaya dan beragam. Dan Muresha berjanji akan mengenalkan seni silat Indonesia di negaranya.
Senada, Omar Chauat dari Tunisia menyatakan senang belajar di Unikom. Guna memperlancar bahasa Indonesia ia bergaul dengan komunitas Sunda dan juga komunitas Timur Tengah. Dia berharap bisa tinggal di Kota Bandung dan berbisnis kuliner khas Tunisia. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved