Kamis 08 Maret 2018, 23:31 WIB

Bhinneka.com Berdaya setelah Nyaris Lumpuh

(*/H-5) | Humaniora
Bhinneka.com Berdaya setelah Nyaris Lumpuh

MI/ATET DWI RRMADIA

 

PADA 1998–1999, bisnis PT Bhinneka Mentari Dimensi nyaris lumpuh. Jumlah karyawan yang semula mencapai 129 orang tinggal tersisa 24 orang. Itu adalah tahun krisis yang kemudian ditangkap Nicholas Tio dan Hendrik Tio sebagai peluang. Mereka awalnya melihat ada tren belanja online yang sedang hit di Amerika. Maka lahirlah situs Bhinneka.com yang masih berupa profil perusahaan, yang disetujui untuk dijadikan model online store.

Awalnya, PT Bhinneka Mentari Dimensi berdiri pada 1993. Perusahan ini memang bergerak di bidang distribusi dan penjualan produk-produk teknologi informasi sebagai inti bisnisnya, seperti PC build up dan PC compatible, periferal, jaringan (LAN/WAN), solusi video editing hingga pusat servis.

Dari sinilah awal mula kisah sukses Hendrik Tio bermula. Karena kesulitan dalam penjualan dan krisis ekonomi di Indonesia, PT Bhinneka Mentari Dimensi mulai mencoba model bisnis yang baru. Model bisnis baru ini menggunakan internet sebagai channel untuk berjualan.
Awalnya, Bhinneka belum menjual gadget. Kala itu, jualan Bhinneka fokus pada spare part komputer sebab saat itu sedang marak bisnis merakit komputer. Kini Bhinneka telah bekerja sama dengan 9.000 vendor yang terdiri atas 28 kategori produk dan 115 ribu produk.
Bhinneka menyediakan platform dengan dua jenis. Pertama, platform yang dapat digunakan semua customer. Pada platform ini customer hanya tahu Bhinneka.com.

Fokus B to B
Platform yang kedua ialah platform yang disediakan khusus oleh Bhinneka atas permintaan dari perusahaan. Pada platform ini, perusahaan dapat melihat semua vendor. Bhinneka mulai fokus menggarap skema bisnis business to business (B to B), dengan memberikan penawaran khusus pada klien perusahaan. Misalnya perusahaan besar biasa membayar 3 hari sampai 5 hari kerja.

Pengalihan fokus dari business to customer (B to C) menjadi B to B untuk melihat peluang baru. Hal ini lantaran kompetisi B to C sudah sangat ketat dengan adanya perang diskon, gratis ongkos kirim, dll. Bhinneka ingin mengakuisisi customer sebanyak-banyaknya, ingin memperbanyak produk. Misalnya ingin masuk ke produk alat bor dan perkakas lainnya seperti Ace Hardware. Selain itu, Bhinneka akan menambah mitra vendor. Penambahan ini tentunya dengan melakukan kurasi terlebih dahulu oleh tim Merchant Group. (*/H-5)

Baca Juga

MI/Abdillah M Marzuqi

Brand Kosmetik Korea Buka Toko Perdana di Indonesia

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 23:25 WIB
Toko itu menawarkan berbagai produk kosmetik dan perawatan...
DOK IST

Tampilkan Keberagaman Budaya Nusantara, Jokowi Apresiasi Peserta UGD XIV

👤Budi Ernanto 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:45 WIB
Keberagaman budaya nusantara dapat menjadi fondasi semangat persatuan atas keberagaman umat...
ANTARA/YUSUF NUGROHO

Unit Layanan Disabilitas Wujudkan Akses Pendidikan Inklusif

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:15 WIB
Lingkungan asrama pesantren secara representatif sudah bersih, nyaman, sehat, dan ramah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya