Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pertunjukan Wayang Jangan Politis

MI
01/3/2018 09:12
Pertunjukan Wayang Jangan Politis
(ANTARA/Aditya Pradana Putra)

ORGANISASI-ORGANISASI pewayangan Indonesia mengimbau semua dalang untuk menghindari sentuhan berbau politik dalam setiap pergelaran, khususnya di tahun politik ini. Dalang diharapkan tidak memihak, bersikap netral, dan selalu menyebarkan pesan persatuan dan perdamaian setiap kali tampil di depan publik.

“Dalang di Indonesia ini ada lebih dari 3.000. Semua punya massa masing-masing. Kalau dalang memihak, bisa-bisa yang ada menambah perpecahan. Padahal wayang ini untuk membawa nilai-nilai kedamaian,” ujar pegiat wayang, Romo Sudarto, dalam jumpa pers pernyataan bersama organisasi pewayangan Indonesia dalam menghadapi tahun politik, di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta, kemarin.

Romo Sudarto mengatakan, dengan pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa dalang harus dapat mengedepankan independensi dengan tujuan menjaga persatuan dan menciptakan pemilu yang damai. Meski belum ada kesepakatan soal kemungkinan adanya sanksi, dalang yang melanggar komitmen tersebut akan mendapat teguran atau peringatan dari organisasi-organisasi wayang tempat mereka bernaung.

“Karena kalau tidak dilakukan penegasan-penegasan semacam ini, pasti akan banyak yang lupa untuk bersikap independen, baik sengaja atau tidak sengaja,” imbuh Romo Sudarto.

Senada, Ketua Dewan Kehormatan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Sena Wangi), Solichin, mengatakan setiap dalang atau pegiat wayang harus berkomitmen untuk mengedepankan nilai-nilai persatuan dan toleransi, terutama untuk dengan tegas dan sadar menghindari adanya isu SARA dalam pertunjukan wayang.

“Kami akan senantiasa menjunjung tinggi menghormati, melaksanakan, dan memertahankan dasar negara Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI,” kata Solichin.

Sementara itu, terkait dengan upaya pelestarian wayang, Solichin mengatakan beberapa program yang semakin mendekatkan dan mengenalkan wayang pada generasi muda telah dijalankan, antara lain kegiatan Wayang Go to School, pertunjukan wayang di museum dan mal, hingga membuat komik dan tayangan wayang singkat nan ringan di akun media sosial.

“Kami terus berupaya membuat wayang dapat diterima generasi muda,” imbuh Solichin. (Pro/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya