Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Badan POM Terus Tingkatkan Kinerja

MI
01/3/2018 09:01
Badan POM Terus Tingkatkan Kinerja
(MI.com/Ricky Julian)

LUASNYA cakupan pengawasan obat dan makanan di Indonesia, terbatasnya sumber daya, terfragmentasinya kelembagaan yang mengawasi obat dan makanan, serta semakin bertumbuhnya industri di bidang obat dan makanan di Indonesia menjadi tantangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) selama 17 tahun berkiprah di Tanah Air.

Pendapat itu disampaikan Kepala Badan POM Penny K Lukito pada puncak peringatan HUT ke-17 Badan POM di Jakarta, kemarin.

“Namun, dukungan Presiden lewat Inpres No 3/2017 tentang peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan, serta Perpres No 80/2017 tentang Badan POM, telah memperkuat strategi pengawasan terutama dalam penegakan hukum di bidang obat dan makanan.”

Lebih lanjut Penny memaparkan, selama 2017 Badan POM telah menyita obat dan makanan ilegal senilai Rp298,7 miliar. “Selain itu, kami memproses 293 perkara hukum di bidang obat dan makanan. Ke depan akan lebih gencar lagi terlebih dengan dukungan 10 mobil penyidikan dan lima insinerator,” tegasnya lagi.

Dalam acara itu Badan POM juga memberikan penghargaan kepada para stakeolder mulai pelaku usaha hingga masyarakat. Seperti kepada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Enseval Putera Megatrading Tbk, Kimia Farma, dan Sanbe. Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah media nasional, masyarakat, dan UMKM.

“Ini penghargaan pertama yang kami raih dari Badan POM. Sido Muncul dinilai konsisten dalam menghasilkan produk terbaik. Keamanan produk memang menjadi prioritas utama kami,” ujar Direktur Marketing Sido Muncul Irwan Hidayat.

Dalam uji khasiat, lanjutnya, tanaman herbal diteliti. Semua harus bebas logam dan pestisida. “Tanaman herbal ditanam 120 petani binaan dengan sistem organik.” (Ros/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya