Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK dipungkiri kini anak di usia 3-6 tahun sudah sangat akrab dengan gawai. Pun tidak sedikit orang tua yang miris melihat anak mereka berkutat dengan gawai sepanjang waktu. Bahkan sebagian khawatir kebiasaan itu akan membuat anak kehilangan masa kecil mereka.
Padahal di usia emas inilah anak sangat membutuhkan stimulasi sesuai kemampuannya dan sedang banyak ilmu yang dia serap. Alangkah lebih baik jika anak melakukan kegiatan dengan teman-temannya. Karena di usia tersebut saatnya anak untuk mengembangkan motorik kasar dan halus.
Berangkat dari keadaan ini, Andhika bersama kedua temannya Imam dan Abi mendirikan Kapten Kecil sebagai sarana alternatif kegiatan untuk menunjang hal tersebut.
"Kita sebenarnya tidak anti gawai, tapi di fase golden age anak lagi butuh-butuhnya berakstivitas fisik secara dahsyat, jadi kita bikin aja Kapten Kecil ini buat sumbangsih juga ke orang-orang," kata Founder Kapten Kecil, Andhika Akbar saat Grand Launching Kapten Kecil di Lubang Buaya, Jakarta Timur, akhir bulan lalu.
Di Kapten Kecil, anak-anak akan mempertajam kemampuan motorik kasarnya dengan berlatih gerakan-gerakan dasar dalam berolahraga, yang tentu saja dengan cara menyenangkan juga seru.
"Karena kita senangnya bola, jadi kita kumpulin anak-anak untuk bermain di satu lapangan dan juga kita pasang kone-kone," lanjut pria yang tergabung di komunitas resmi pendukung klub Liverpool, Bigreds regional Depok.
Dari segi mental, anak-anak akan banyak belajar bersosialiasi dengan teman sebaya, bekerja sama dengan rekan setim, memahami instruksi yang diberikan, menumbuhkan rasa percaya diri, memunculkan jiwa kepemimpinan, dan berkomunikasi dengan baik.
Dari segi fisik, Kapten Kecil mencoba memberikan alternatif kegiatan yang positif bagi anak-anak untuk membiasakan diri bergerak, tubuh beraktivitas, dan tentu saja senang saat melakukannya, sehingga merasa olahraga merupakan kebutuhan mereka juga. Ke depannya jadi pondasi mereka agar tubuh bagus dan sehat.
"Kapten Kecil itu bukan dari SSB (Sekolah Sepak Bola), karena kebetulan kita sukanya bola ya jadi basic-nya main bola, yang paling penting fungsinya banyak buat anak bisa melompat, nendang, berlari, mengeluarkan keringat berolahraga," tambah pria berusia 34 tahun itu.
Kapten Kecil yang didirikan di Depok pada Oktober 2016 itu kini telah hadir di empat kota lainnya selain Depok yaitu, Bandung, Tangerang (BSD), Jakarta Timur (Lubang Buaya), dan Bogor.
"Kami juga mengkampanyekan #anakbergerak agar berguna bagi masa depan anak Indonesia," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved