Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN jemaah hadir dalam salat gerhana di Masjid Nursiah Daud Paloh, Kompleks Media Grup, Kedoya, Jakarta Barat bersamaan dengan adanya fenomena alam yang jarang terjadi yaitu Super Blue Blood Moon, Rabu (31/1) malam.
Adapun imam salat yaitu Ustadz Uci Sanusi dan khatib Ustadz Dr Eng H Yunus Daud. Tema tausiyah yang disampaikan adalah 'Mengukuhkan Keimanan Melalui Fenomena Gerhana Bulan'.
Ustadz Yunus menjelaskan fenomena alam yang terjadi sejatinya dijadikan momentum bagi manusia khususnya umat muslim untuk mengingat kebesaran Allah SWT.
"Mari kita tunduk, mawas diri seraya memperbanyak istighfar atas berbagai dosa, maksiat dan kealpaan kita, juga menyebut kebesaran Allah dengan takbir dan melaksanakan salat gerhana," ujar Ketua Program Magister Eksplorasi Geothernal Universitas Indonesia itu.
Disampaikannya, fenomena Super Blue Blood Moon merupakan peristiwa gerhana bulan total. Peristiwa itu dapat disaksikan dengan mata sejak pukul 19.00 sampai pukul 22.00 di Indonesia.
Keunikan dari fenomena alam ini, tutur Yunus terdapat tiga peristiwa alam menjadi satu. Pertama, Super Moon yakni pada saat posisi bulan berada sangat dekat dengan bumi. Sehingga purnama kali ini berbeda karena 17 kali lebih besar dari biasanya.
Kedua, Red Moon atau Blood Moon terjadi pada saat bulan memancarkan warna kemerahan. Itu disebabkan karena terjadinya pembiasan sinar mataharioleh atmosfer bumi pada saat gerhana matahari total.
Terakhir, fenomena ketiga adalah Blue Moon atau purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan, dan purnama pada 31 Januari 2018 disebut blue moon.
"Ini fenomena yang langka yang pernah terjadi pada 150 tahun lalu," imbuhnya.
Dia mengatakan hadis riwayat Imam Bukhari menyebutkan bahwa terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah dalam ciptaannya. Allah, tutur Yunus, menciptakan alam semesta dengan sistemnya sangat kompleks tetapi mampu diatur oleh-Nya.
Begitu pun fenomena alam yang terjadi belakang ini, ustadz Yunus mengajak para jemaah yang hadir untuk merenungkan banyaknya bencana yang terjadi untuk melakukan refleksi.
"Femonema kedahsyatan yang ditunjukan akhir-akhir ini memberikan sinyal agar kita mengingat Allah dan kebesarannya," pungkas Ustadz Yunus. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved